Sudah Diaspal, JLSS Belum Bisa Digunakan

491
Suasana lengang di sepanjang JLSS, seperti nampak di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan Kebumen, Senin (25/09/2017). (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Hampir separuh Jalan Lintas Selatan Selatan (JLSS) yang menyusuri pesisir selatan Kabupaten  Kebumen, sudah diaspal. Pengaspalan JLSS masih berjalan di Kecamatan Klirong dan Petanahan. Proyek  JLSS yang membujur di 6 kecamatan, dengan panjang 38 km, berdasarkan kontrak akan menelan biaya Rp 240 miliar lebih. Ditargetkan, proyek ini akan selesai akhir Desember 2018.

Pengamatan koranbernas,id, Senin (25/09/2017),  pekerjaan JLSS masih berjalan. Di wilayah Kecamatan KIirong, ada proyek pelapisan jalan sehinggga lapisan aspal lebih tebal. Demikian halnya dengan jembatan di Sungai Luk Ulo, juga masih dalam proses pengerjaan. Jembatan ini, menghubungkan Kecamatan Klirong dan Buluspesantren.

Sebagian jalan sudah diaspal, namun belum dibuka untuk umum. Salah satu sebabnya, adalah karena belum adanya jalan penghubung antara JLSS dengan Jalan Lintas Selatan (JLS).

Baca Juga :  Orang dengan Gangguan Jiwa Butuh Dipedulikan

Yang sudah dapat memanfaatkan ruas jalan ini, adalah masyarakat di sekitar, dengan memanfaatkan akses jalan penghubung milik desa. Selain itu, sebelum benar-benar dibuka, harus terlebih dulu dilakukan uji kelaikan jalan, oleh kementerian perhubungan.

Jalan yang diharapkan  meningkatkan perekonomian  masyarakat  di sekitarnya baru dibangun 2 lajur. Di sepanjang JLSS sudah tumbuh beberapa obyek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Kebumen dan  masyarakat setempat. Umumnya wisata pantai. Obyek wisata yang dikelola Pemkab Kebumen yang dilewati JLSS, Pantai Petanahan. Selebihnya obyek wisata yang dikelola masyarakat desa. (SM)