Sudjud, Seniman Lintas Zaman yang Panjang Umur

189
Seniman legendaris Sudjud Sutrisno yang sempat dikabarkan meninggal dunia. (istimewa)

KORAN BERNAS.ID – Tak seorang pun menduga bahwa berita meninggalnya pengamen kendang Sudjud Sutrisno yang merebak di media sosial ternyata hanyalah hoax.  Saat orang membaca, merasa wajar karena Sudjud tidak muda lagi. Artinya, meninggal pada usia lansia, sesuatu yang biasa. Meski meninggal tidak harus berkait berapa usia yang bersangkutan.

“Saya mohon maaf, saya lah yang pertama mengupload berita tersebut,” tulis Sigit Sugito dalam akunnya Rabu siang setelah ada kepastian Sudjud masih hidup.

Pasti Sigit semula tidak menduga, bahwa berita itu ternyata hoax. Tujuannya baik, menginformasikan kepada grupnya dan khalayak bahwa pengamen kendang legendaris itu telah tiada. Apalagi Sigit juga sesama seniman Yogya. Hal itu sangat lumrah dilakukan siapa pun, apalagi sesama seniman.

Tentang berita itu adalah hoax, juga dipastikan oleh Pemimpin Redaksi Koran Bernas.id Putut Wiryawan yang langsung nenelepon Ny Mamik, istri Sudjud. Putut mendapat kepastian, Sudjud saat ini masih segar bugar.

Baca Juga :  Anggi Tak Pernah Kehilangan Rasa Percaya Diri

Hal yang sama juga dilakukan Suroso Kochil yang merasa ikut menyebarluaskan berita itu. Alhasil, foto Sudjud pun kemudian menyebar kemans~mana di media sosial sebagai bukti ketidakbenaran berita tersebut.

Sudjud memang “bukan “siapa-siapa”. Dia orang marginal, hidup di Kampung Badran Kota Yogyakarta. Orang yang jauh dari gemerlap dunia. Mana ada hidup dari ngamen kendang keliling kampung bisa hidup berlebih.

Tetapi karena pekerjaannya dia kemudian ia dikenal banyak orang, tidak heran kalau berita “kematiannya” menjadi viral di media sosial. Ucapan belasungkawa mengalir dari mana-mana. Banyak orang menanyakan, kapan pemakamannya, dan yang pasti ingin memberikan penghormatan terakhir.

Bagi warga Kota Yogya yang sudah lansia, pasti mengenal Sudjud, yang secara berkala selalu hadir di permukiman secara bergiliran, sembari menggendong kendang. Ditabuhnya pun tidak beraturan, lalu dengan suara sember Sudjud menyanyikan lagu, sebagian merupakan hasil “ciptaannya”.

Baca Juga :  Bantul Giatkan Patroli Gabungan

Dikarenakan pada era 60-an sangat jarang hiburan, Sudjud pun jadi populer. Diarak oleh anak~anak, yang mengikuti ke mana Sudjud melangkah. Zaman masih sulit, dari pintu ke pintu tidak pasti Sudjud menerima imbalan.

Tapi karena kesetiaannya pada apa yang ditekuninya, Sudjud pun kemudian sering ditanggap di mana~mana. Dihadirkan pada acara seminar atau diskusi. Bahkan pernah mendapat penghargaan seni dari Pemerintah Daerah DIY bersama sejumlah seniman lainnya.

Kini Sudjud semakin tua, raganya termakan usia dan dia tidak lagi ngamen. Rabu 13 September 2017 kemarin, dia dikabarkan meninggal. Entah oleh siapa dan dengan tujuan apa. Ternyata Sudjud Sutrisno masih segar~bugar. Menurut kepercayaan orang Jawa kuna, Sudjud justru akan dikaruniai panjang umur. Semoga.  (ros)