Suharsono Tak Terima Uang Proyek Satu Sen Sekalipun

230
Bupati Bantul Suharsono didampingi kepala Bappeda Bantul, Fenty Yusdawati berbicara di depan forum CSR perusahaan, Selasa (07/11/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Bupati Bantul Suharsono menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta fee untuk berbagai proyek yang dilaksanakan di Bantul. Maka kalau ada  orang yang mengaku suruhan bupati untuk meminta  sesuatu terkait  proyek, dapat dipastikan hal tersebut tidak benar.

“Sempat muncul isu saya terima 800 juta rupiah. Saya pastikan itu tidak benar. Satu sen pun saya tidak terima  uang-uang seperti itu,” kata bupati dalam pertemuan dengan forum Corporate Social Responsibility (CSR) di Rumah Budaya Tembi, Selasa (07/11/2017).  Acara yang digelar oleh Bappeda Bantul tersebut dihadiri oleh puluhan perusahaan yang melaksanakan CSR di Kabupaten Bantul.

“Kalau umpama ada orang ngaku-ngaku suruhan saya, bawa-bawa nama saya, ya emang gue pikirin kalau anak muda sekarang bilang. Yang jelas saya tidak pernah meminta itu. Jadi semua pihak harus hati-hati,”kata bupati.

Baca Juga :  Media Visit ke Koran Bernas, Novotel Wujudkan Kerjasama

Saat ini yang dipikirkan dirinya adalah bagaimana mengelola keuangan dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan masyarakat Bantul serta tidak terjerat dalam kasus korupsi.

“Saya prihatin dengan banyaknya kasus OTT di Tanah Air. Semoga itu tidak terjadi di Bantul,”katanya.

Untuk itulah bupati mengingatkan semua perangkat daerah hingga pemerintah desa agar tidak melakukan pelanggaran apapun. Semua kebijakan harus mengacu kepada aturan yang berlaku.

Sedangkan Fenty Yusdawati mengatakan program CSR perusahaan yang ada di Bantul memberikan manfaat bagi pembangunan di Kabupaten Bantul.

“Karena tidak bisa pemerintah hanya berjalan sendiri, namun butuh dukungan dari  berbagai pihak termasuk perusahaan,”katanya.(SM)