Sukamto Pimpin Pengprov TI DIY

544
Pengprov TI DIY periode 2017-2021. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya terpilih. Sukamto selama empat tahun kedepan dipercaya memimpin Pengprov TI DIY untuk periode 2017-2021.

Keputusan itu sesuai dengan Surat keputusan (SK) dari Pengurus Besar (PB) TI nomor SKEP 18/PBTI/X/2017 yang ditandatangani Ketua Umum PB TI Letjen (Purn) Marciano Norman. Kepengurusan baru PB TI DIY terdiri dari Ketua Umum yang akan dibantu Wakil Ketua, Ketua Harian, Sekretaris Umum, Wakil Sekretaris, Bendahara dan Wakil Bendahara serta empat bidang dan 13 komisi. Empat bidang meliputi Bidang Organsisasi, Pembinaan dan Prestasi, Bidang Dana Usaha serta Bidang Penelitian dan Pengembangan.

‘SK dari PB turun sudah turun pada 9 Oktober lalu,” ujar Sukamto, Senin (16/10/2017).

Baca Juga :  Help Desk Angkasa Pura Dengar Suara Sekecil Apapun

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Jogja tersebut mengungkapkan, pengurus yang baru akan berupaya meningkatkan prestasi taekwondo DIY. Dengan demikian cabang olahraga (cabor) itu mampu menjadi pemasok atlet nasional.

Berbagai upaya dilakukan seperti mulai menerapkan sejumlah program kerja. Diantaranya menyiapkan tim yang akan diturunkan pada kejuaraan nasional (Kejurnas) Yunior PPLP di Manado, Sulawesi Utara pada 7-11 November. Selain itu mengirimkan taekwondoin-taekwondoin terbaik DIY untuk berlaga pada Kejurnas Senior di Jakarta pada akhir November.

“Kami menggelar diklat untuk persiapan kejurnas yunior. Ada lima belas atlet yang dikirim,” jelasnya.

Sukamto menambahkan, pihaknya juga melakukan tertib administrasi, termasuk database atlet dan dojang. Sebab hingga saat ini masih terdapat dojang-dojang yang tidak berafiliasi dengan TI.

Baca Juga :  BNN Kota Yogyakarta Bimbing Mantan Pecandu

“Dojang yang tidak berada di bawah Pengprov atau Pengkot/Pengkab TI maka atlet-atletnya tidak bisa turun pada kejuaraan-kejuaraan resmi,” tandasnya.

Sementara tim advokasi Pengprov TI DIY, Santosa menjelaskan, dojang di DIY saat ini sudah mencapai lebih dari 350, baik dibawah naungan PBTI ataupun tidak. Atlet dibawah PBTI bisa mengikuti beragam kejuaraan.

“Sedangkan atlet yang masuk dojang yang bukan dibawah PBTI tidak bisa ikut kejuaraan seperti kejurda. Karenanya sebelum ikut kejuaraan diharapkan bisa tanya ke dojang yang bersangkutan terlebih dulu,” imbuhnya.(yve)