Sultan Belum Tahu Kapan akan Dilantik

141

KORANBERNAS.ID – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan belum mengetahui kapan dirinya bersama Wakil Gubernur DIY Paku Alam X dilantik untuk memimpin kembali DIY periode 2017-2022.

Ada kemungkinan pelantikan dilaksanakan 16 Oktober 2017 di Jakarta, dibarengkan dengan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Sedangkan masa jabatan Gubernur DIY dan Wakil Gubernur DIY periode lima tahun sebelumnya berakhir 10 Oktober 2017.

Kepastian itu masih menunggu informasi dari Sekretariat Negara (Setneg). “Ya nggak tahu, yang penting kan keputusan dari Setneg. Belum ada. Kan yang melantik kan presiden,” tuturnya saat diwawancarai, Selasa (03/10/2017).

Ditanya setelah 9 Oktober 2017 jika belum ada kepastian, Sultan menyatakan belum mengetahui persis.  “Saya belum tahu persis. Kalau presiden kan biasanya…,” ujar Sultan seperti tidak ingin meneruskan kalimat itu.

Baca Juga :  Ahli Tanaman Padi Dilantik Jadi Rektor Unsoed

Apabila dibarengkan dengan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sultan mengatakan sudah semestinya dikeluarkan surat perpanjangan masa jabatan.

Ini pernah dilakukan saat pemerintahan Presiden SBY. “Ya keluarkan surat perpanjangan. Ya seperti pada waktu Pak SBY kemarin,” tambahnya.

Bisa ya? “Ya. Itu presiden yang tanda tangan. Yang dulu sebelum ada UUK begitu,” kata Sultan.

Tidak perlu Plh (Pelaksana Harian) ? “Ya, kan ketentuannya (UUK) harus Sultan, kan berarti kita bukan bicara siapa yang harus jadi Plh kecuali Sultan, kan gitu aja,” tuturnya.

Jadi (Plh) harus Sultan? “Lha iya. Jadi saya diperpanjang atau memang jadi pejabat sementara. Itu kan teknis,” tambahnya.

Baca Juga :  Ragam Kuliner Jogja Sangat Kaya

Jadi sebutannya Pejabat Sementara Gubernur, sergah wartawan. “Ya ndak tahu persis saya, ndak ngerti urusan seperti itulah.”

Tidak seperti Plh lima tahun lalu? “Lima tahun lalu yang terjadi kan seperti itu,” tandas Sultan.

Seperti diberitakan, kalangan DPRD DIY menginginkan pelantikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X masa jabatan 2017-2022 sesuai aturan yang berlaku.

Yaitu, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota.

Mestinya, Pemerintah Pusat juga harus memberikan kepastian dan tidak menabrak aturan. DPRD DIY belum menerima pemberitahuan pelantikan yang dijadwalkan pada 10 Oktober 2017. (sol)