Sultan Ingatkan Fungsi Taman Budaya, Apa Saja ?

159

KORANBERNAS.ID — Gubernur DIY Sri Sultan HB X meresmikan gedung Taman Budaya Kulonprogo di Pengasih Kulonprogo, Senin (12/3/2018). Dalam peninjauan Sultan sempat mengomentari pendopo yang mirip pendopo untuk ‘paseban’. Pendopo yang lantai tengahnya terlalu tinggi.

“Taman Budaya harusnya dibuat sesuai fungsinya. Mulai dari lantai ruangan lampu hingga AC-nya” katanya.

Sultan mengingatkan gedung yang dibangun dengan biaya mahal ini agar melahirkan karya budaya yang bernilai baik untuk nilai lokal DIY, nilai nasional bahkan kalau bisa bernilai internasional.

“Yang tidak kalah penting gedung megah perlu perawatan. Jadi agar pemanfaatan gedung tidak gratis semua. Perlu ada event yang pemasukannya bisa mensubsidi biaya perawatan gedung. Masyarakat juga perlu memiliki kesadaran untuk itu,” ujar Sultan.

Berkaitan dengan pembangunan bandara dengan budaya Kulonprogo Sultan minta ada konsep mengembangkan lokasi strategis untuk dikembangkan dan mensejahterakan rakyat.

“Yang saya maksud adalah kawasan. Tenpat parkir dan labnya, bukan sekedar obyeknya saja. Sehingga bisa mensejahterakan rakyat sekitar. Juga di Gua Kiskenda,” jelasnya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo melaporkan, bersama dengan Dinas Kebudayaan empat tahun terakhir berhasil memunculkan karya budaya yang cukup berkualitas. Antara lain tari angguk menjadi senam angguk yg makin populer. Batik gebleg renteng yang dinamis hingga paling baru modul pembinaan karakter masyarakat. Berupa modul ‘kemataraman’, modul kereligiusan dan modul Pancasila.

Gedung Taman Budaya dibangun ditanah kasdesa 42 ha. Pembangunannya bertahap, dari 2014 dengan anggaran sebesar Rp. 3.000.000.000 berupa Gedung Teater Tertutup. Tahap kedua pad 2015 dengan dana Rp. 9.920.326.00 yang merupakan kelanjutkan pembangunan gedung Teater Tertutup. Tahun 2016 dananya Rp. 4.392.062.000 yang digunakan untuk pembangunan Konstruksi TBK, dan pengadaan Air Conditioner ( AC ), Kursi Auditorium, dan Sound System.

Pada 2017 lalu, dana Rp. 26.353.000.000 digunakan untuk pembangunan joglo, kantin dan mushola, gedung pengelola, landscape, pagar keliling non pondasi, tumah genset serta penyempurnaan kursi dan gapura.

“Untuk tahun 2018 ini permbangunan panggung pertunjukan Teater Terbuka,” imbuh Hasto Wardoyo.(yve)