Sultan Ingin Produksi Garam Pantai Sepanjang Dioptimalkan

198
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau proses pembuatan garam di Pantai Sepanjang Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari. (st aryono/koranbernas.id)  

KORANBERNAS.ID–Budidaya garam di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari hingga kini masih berjalan seadanya.

Ketua Kelompok Petani Garam Pantai  Sepanjang, Priyo Subyo mengatakan budidaya yang dilakukan masyarakat di Pantai Sepanjang masih belum optimal dengan hasil produksi yang masih kecil.

“Belum banyak, karena produksinya belum dilakukan dengan optimal,” katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (15/09/2017).

Menurut dia, ada beberapa permasalahan yang membuat produksi garam yang dimiliki petani belum lancar. Selain masalah lahan yang sempit, kendala juga terjadi karena ketiadaan sarana angkut air laut ke tambak-tambak.

“Untuk sementara kami masih melakukan secara manual. Air kita pikul kemudian dituangkan di tambak,” ujarnya.

Priyo menambahkan, budidaya garam di Sepanjang mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah DIY.

Baca Juga :  Ruang Operasi Bakal Lengkapi PDHI

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X juga berjanji akan memberikan bantuan peralatan untuk mempermudah proses produksi.

“Sekarang kami masih menunggu bantuan itu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat diberikan,” katanya lagi.

Terpisah, Camat Tanjungsari, Rakhmadian Wijayanto menyatakan, secara prinsip Pemerintah DIY sudah memberikan lampu hijau. Namun untuk pelaksanaannya masih harus menunggu proses penganggaran dari provinsi.

Menurut dia, untuk tindak lanjut pemberian bantuan, tim dari Pemerintah DIY sudah melakukan survei lokasi budidaya.

“Saat ini bantuan dari provinsi belum cair, tapi yang jelas untuk pengerjaan dilakukan pada tahun ini,” kata Rakhmadian.

Dijelaskannya, untuk budidaya garam di Pantai Sepanjang, kelompok petani diminta mengajuan bantuan ke Pemerintah DIY sebesar Rp 700 juta. Alokasi anggaran tersebut rencananya digunakan untuk pengadaan berbagai peralatan seperti mesin pompa untuk menaikan air laut ke bak penampungan. Selain itu, dalam pengembangan juga membutuhkan rumah plastik untuk tempat displai dan pencetakan garam. (St.Aryono/SM)

Baca Juga :  Tukang Parkir Ini Raup Rp 40 Juta Berkat Perpustakaan