Sultan Jenguk Pengungsi Korban Banjir

188
Sultan HB X secara simbolis menyerahkan bantuan saat menjenguk pengungsi korban banjir. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan warga di bantaran sungai mewaspadai terhadap tanggul yang rentan jebol akibat banjir. Sedangkan tanggul yang sudah jebol akan diperbaiki BBWSO (Balai Besar Wilayah Sungai Serayu dan Opak).

Ini disampaikan Sultan ketika berkunjung ke sejumlah lokasi pengungsian korban banjir di Kecamatan Panjatan, Sabtu (02/12/2017).

Sultan meninjau lokasi jebolnya tanggul sungai yang mengakibatkan sejumlah desa di Kecamatan Panjatan terendam. Sultan juga sempat berdialog dengan warga penghuni pengungsian.

Dia mengatakan, status siaga darurat bencana juga sudah ditetapkan Pemda DIY, berlaku sejak Jumat (01/12/2017) hingga dua pekan mendatang.

“Status darurat siaga bencana selama dua minggu, apabila belum bisa teratasi diperpanjang dua minggu lagi. Semoga ini (bencana) menjadi yang pertama dan terakhir,” ungkap Sultan.

Dengan status tanggap darurat, Pemda bisa segera mengalokasikan anggaran lebih cepat untuk membantu para pengungsi serta untuk percepatan perbaikan infrastruktur.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo memaparkan akibat siklon tropis Cempaka, ratusan rumah terendam banjir di wilayah Gakur, Panjatan dan Lendah. Sebagian Wates, Sentolo dan Temon juga ikut terendam banjir.

“Longsor di wilayah perbukitan Menoreh meliputi Kokap, Samigaluh, Girimulyo dan Kalibawang. Korban banjir paling banyak di Panjatan, sedangkan korban longsor ada di Girimulyo. Ada dua korban meninggal dan sudah berhasil dievakuasi untuk dimakamkan,” ungkap Hasto. (sol)