Sultan Minta NYIA Tak Tinggalkan Ruh Yogyakarta

202

KORANBERNAS.ID – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta PT Angkasa Pura I membuat desain New Yogyakarta International Airport (NYIA) secara benar dan tidak boleh meninggalkan ruh Yogyakarta.

“Saya minta desain NYIA tidak boleh meninggalkan ruh Yogyakarta yang kaya filosofi, termasuk desain atap maupun ruangan harus mencerminkan kebudayaan, peradaban dan potensi sejarah Yogyakarta,” tutur Sultan HB X, Kamis (08/02/2018), di Gedhong Wilis Kepatihan.

Didampingi Wakil Gubernur DIY Paku Alam X usai rapat terbatas dengan jajaran PT Angkasa Pura I, lebih lanjut Sultan menyampaikan, ruang-ruang kosong bandara tersebut nantinya tidak sekadar dihias lukisan atau gambar.

Lebih dari itu, setiap ruang harus memiliki nilai filosofi dan ruh. “Jadi kalau orang masuk, bisa tahu ini sejarah, ini tradisi, ini potensi Yogyakarta,” kata dia.

Baca Juga :  Seorang Dokter dan 37 Bidan Diangkat Jadi PNS

Pembangunan runway NYIA ditargetkan selesai akhir Desember tahun ini atau Januari 2019. Begitu selesai, NYIA siap beroperasi pada April 2019 namun dalam skala terbatas.

“Kami pastikan NYIA memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan bermanfaat bagi warga Yogyakarta,” ungkap Faik Fahmi, Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura I.

Konstruksi NYIA sendiri dijadwalkan dimulai April 2018. Dengan  mengakomodasi kearifan lokal NYIA diharapkan memiliki ciri khas sekaligus menjadi ikon Yogyakarta ke depan.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi, menyatakan NYIA yang dibangun di kawasan Pantai Selatan wilayah Kulonprogo sudah mengakomodasi pemikiran mengenai potensi bencana gempa bumi maupun tsunami.

Memang, gempa bumi tidak bisa diprediksi namun hal itu tidak bisa dijadikan alasan menghentikan pembangunan bandara. Jika cara berpikirnya rawan bencana maka sama artinya di semua wilayah Kabupaten Bantul sama sekali tidak boleh ada aktivitas pembangunan.

Baca Juga :  Sosok Polisi Sering Dipakai untuk Takuti Anak-anak

Gatot Saptadi yang pernah memimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY ini memastikan, desain dan konsep bandara sudah mengacu jalur evakuasi bahkan nantinya dilengkapi bangunan khusus untuk evakusi jika misalnya terjadi tsunami enam sampai tujuh meter.

“Prinsipnya, bandara berfungsi untuk keluar masuk pesawat dan juga untuk pertolongan masyarakat jika terjadi tsunami. Mudah-mudahan tidak terjadi,” kata dia. (sol)