Sumaryanto, Penduduk Gilangharjo, Pandak, Bunuh Diri di Rel KA

1433
SURAT WASIAT -- Almarhum Sumaryanto (40), diduga menulis surat wasiat ini sebelum bunuh diri di atas rel KA. (Foto: Arif Haryadi/Koran Bernas)

KORANBERNAS.ID — Sumaryanto, lelaki berusia 40 tahun, warga RT-003, Jetis, Pedukuhan Daleman, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Kamis siang (13/9/2018) pukul 12.10 meninggal di atas rel KA Prameks di daerah Pedukuhan Mejing Kidul, Desa, Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Sleman. Ia tewas tertabrak kereta api yang melintas dari arah barat pukul 12.10 WIB. Peristiwa ini terjadi sekitar 100 meter menjelang Stasiun Patukan, Gamping.

Sumaryanto, berdasarkan keterangan yang didapat di lokasi kejadian, diduga sengaja bunuh diri. Di tepi rel, ditemukan sebuah tas ransel warna biru, berisi KTP dan selembar surat tulisan tangan.

IDENTITAS KORBAN — KTP milik Sumaryanto (Foto: Arif Haryadi/Koran Bernas).

Ladiyo, warga RT-004, RW-008 Mejing Kidul kepada koranbernas.id menjelaskan, pada saat kejadian ia berada di depan rumah menghadap ke arah rel. Tiba-tiba ia melihat batu-batu berloncatan. Setelah kereta lewat, ia mendatangi tempat kejadian yang berjarak sekitar 60 meter. Dan ia menemukan sosok manusia yang tewas tergilas roda besi. Ladiyo kemudian memanggil tetangga-tetangganya untuk ikut menolong.

Baca Juga :  Festival Kethoprak Siap Meriahkan Sleman

Menurut Ladiyo, di pinggir rel ditemukan tas ransel warna biru. Ketika dibuka bersama-sama oleh warga setempat, ditemukan beberapa lembar pakaian, bekal roti dan di dalam saku tas ditemukan KTP, kartu BPJS, kartu keluarga, HP dan selembar kertas sobekan buku bergaris. Di atas sobekan kertas itu terdapat tulisan tangan yang diduga ditulis oleh almarhum.

Dalam surat itu, Sumaryanto menyatakan permohonan maaf kepada bapak-ibunya, kakak, saudara-saudara dan teman-temannya. Ia minta pamit karena merasa bersalah telah membuat malu keluarga. Ia juga menyatakan sakit hati. Tidak dijelaskan, perbuatan apa yang dianggapnya membuat malu keluarga.

Di akhir suratnya, Sumaryanto menitipkan dua anaknya bernama Nanda dan Adit.

Baca Juga :  Ada Rumor Masuk PHL Pakai Uang Pelicin

Menurut KTP, almarhum baru saja berulang tahun ke-40 pada 9 September lalu.

Jenazah almarhum kemudian diantarkan polisi ke Stasiun Patukan dan seterusnya ke rumah duka. (iry)