Suporter Brutal Korban pun Berjatuhan

Satu Orang Meninggal dunia, Santri Ponpes Jadi Sasaran

348
Petugas PMI mengevakuasi korban yang berjatuhan akibat bentrok antarsuporter di Stadion Sultan Agung Bantul. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Kerusuhan antarsuporter di seputaran Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul pada Kamis (26/07/2018) siang hingga petang saat laga PSIM Kota Jogja dan PSS Sleman membawa banyak korban.

Selain enam orang dirawat di RS Nur Hidayah, diketahui ada satu orang korban meninggal dunia bernama Muhammad Iqbal Setyawan (17) di RS Permata Husada Jalan Parangtritis pukul 22:00.

Putra kedua dari empat bersaudara Kasium Polsek Pleret Aiptu Suradi ini, jenazahnya dibawa ke rumah duka Dusun Balong Desa Timbulharjo Kecamatan Sewon Bantul.

Rencananya jenazah siswa kelas 2 SMK di Bantul tersebut dimakamkan pukul 14:00, Jumat (27/07/2018), di pemakaman umum desa setempat.

Kapolsek Pleret AKP Sumanto yang dikonfirmasi koranbernas.id pagi tadi menyatakan benar korban pengeroyokan suporter adalah putra dari salah seorang  anggotanya.

“Betul yang bersangkutan adalah putra dari Bapak Suradi, Kasium di Polsek Pleret,” kata Kapolsek.

Data yang dikumpulkan koranbernas.id dari berbagai sumber diketahui Iqbal melihat laga bersama teman-temannya. Saat menonton Iqbal tidak mengenakan seragam atau atribut dari klub manapun.

Namun saat terjadi kerusuhan dan perang batu di SSA, dirinya menjadi sasaran segerombolan suporter di pintu 7 stadion tersebut.

Iqbal sempat menjadi bulan-bulanan massa dalam situasi yang chaos, sebelum akhirnya berhasil diselamatkan petugas dan dilarikan ke RS Permata Husada. Sayangnya nyawa remaja tersebut tidak tertolong.

Bukan hanya Iqbal saja yang menjadi sasaran keganasan suporter.Ada juga santri Ponpes Nurul Iman Banguntapan yang menjadi korban bernama Falahudin (18).

Usai makan siang bersama temannya Agung Wahab, kedua santri yang berboncengan motor Honda Beat dihadang oleh segerombol massa mengenakan atribut suporter klub bola tertentu. Penghadangan terjadi di Pedukuhan Glagah Desa Tamanan Kecamatan Banguntapan Bantul.

Dua santri yang kala itu mengenakan seragam ekstrakurikuler las berwarna biru dihajar dan ditimpuk batu bata. Agung Wahab bisa melarikan diri dan lari ke permukiman warga, namun Falahudin bernasib naas dan jadi bulan-bulanan massa di lokasi.

“Korban santri mendapat tiga jahitan. Kondisi kepala memar dan tangan lecet-lecet,” kata Muhammad Ali pengurus Pondok di Puskemas Pleret 1 tempat korban dirawat.

Korban lain adalah Joko Prasetyo (20)  suporter asal Saptosari Gunungkidul yang bermaksud menonton laga PSIM dan PSS. Dirinya yang mengendarai motor KLX dan  berseragam serta  atribut PSIM dihadang tidak jauh dari lokasi santri Falahudin dihadang.

Joko juga dianiaya dan segera diselamatkan warga untuk kemudian dibawa ke UGD Puskemas Pleret 1 guna mendapat perawatan. (sol)