Susah Cari Bandar di Jogja

325
JajaranDitresnarkoba bersama BNNP dan Pengadilan Tinggi DIY melakukan pemusnahan barang bukti narkoba.

KORAN BERNAS.ID — Dalam acara pemusnahan barang bukti kejahatan narkoba di Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda DIY, Dirresnarkoba Kombes Polisi Andria Martinus mengungkapkan sebuah fakta yang mengejutkan.

Walau pun aparat kepolisian maupun BNN berhasil mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba setiap tahunnya, namun aparat masih tetap kesulitan menangkap tersangka utama, alias bandar besar yang mengendalikan jaringan peredaran narkoba di Yogyakarta. Hal ini disebabkan karena Yogyakarta lebih dijadikan sebagai kota transit atau area pemasaran narkoba semata.

“Kalau ngomong soal penangkapan, di Jogja ini tergolong kecil-kecil. Kita nggak bisa seperti Polda-Polda lain,” katanya, Selasa (15/8) kemarin.

Sementara bandar utama berada di kota-kota yang berdekatan dengan wilayah Yogyakarta seperti Magelang dan Surakarta di Jawa Tengah, untuk menghindari target operasi aparat.

“Di sini nggak ada bandar Pak, tapi kita ini malah dikelilingi bandar. Bandar adanya di Solo, Klaten, atau Semarang. Di sini cuma kurir atau peluncur,” ujar dia kepada Koran Bernas.

Baca Juga :  Jokowi Bersyukur Indonesia Punya Pancasila

Ini dibuktikan dengan banyaknya tersangka yang ditangkap hanya berstatus sebagai kurir atau pengedar narkoba kelas kecil. Mereka menjual narkoba dalam bentuk paket hemat dengan sasaran pelajar dan mahasiswa.

“Kalau di sini tinggal pesen lewat handphone atau medsos dan bayar melalui nomor rekening. Nanti barang dikirim lewat paket, diambil kurir, begitu modusnya,” tambah Andria.

Oleh sebab itu, Andria Martinus menyebutkan cukup banyak kasus-kasus kecil yang diungkap pada semester pertama tahun ini, meski yang tergolong besar sangat langka.

“Ya kalau di Polda Metro kemarin bisa nangkap 1 ton shabu, di sini setengah mati kita tetap nggak bisa nangkap yang besar,” tandasnya.

Dalam rangka peringatan Dirgahayu Republik Indonesia ke-72, Polri melakukan pemusnahan barang bukti bersama dengan BNN secara serentak di seluruh wilayah di tanah air. Sedangkan untuk wilayah hukum Yogyakarta sendiri barang bukti yang dimusnahkan berupa ganja seberat 452,16 gram, ekstasi 14 butir dan shabu-shabu dengan berat 572 gram lebih.

Baca Juga :  Densus Tipikor, Serupa Tapi Tak Sama dengan KPK

Sementara psikotropika dan obat berbahaya yang dimusnahkan lebih dari 20.000 butir. Aparat juga memusnahkan 661 botol minuman keras dari hasil operasi sejak Januari lalu.

Kabid Pemberantasan BNNP DIY Kombes Mujiyana juga menyatakan benar ucapan Dirresnarkoba. Meski penyalahgunaan terbilang tinggi, banyak peredaran gelap narkoba malah dikendalikan dari luar DIY atau pun dari bilik jeruji Lapas.

“Kita sempat tangkap jaringan dari luar DIY, dan memang Jogja ini pasar yang menggiurkan,” paparnya. (ros)