Susahnya Berjualan di Pasar Baledono

479
Inilah suasana lengang yang tiap hari dialami ribuan Pedagang Pasar Baledono sejak dibangun kembali pasca- kebakaran lima tahun silam. (hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Belum genap satu semester menempati bangunan baru Pasar Baledono Kecamatan Purworejo, ribuan pedagang kini mulai kewalahan.

Tapi jangan salah, kewalahannya bukan karena ramainya pengunjung yang datang dan membeli dagangan mereka, namun justru sebaliknya, kondisi pasar sangat sepi.

Ironisnya, ribuan pedagang masih diwajibkan tetap membayar bea sewa per meter los dan kios mereka. Untuk per meter los dikenakan retribusi sebesar Rp 1.000 per meternya. Sedangkan pemilik kios dikenai retribusi sebesar Rp 500 per meter.

Kondisi ini kini dirasakan ibarat duka yang mendalam oleh ribuan pedagang pasar itu. “Sepi sekali, masak hari ini saja saya baru dapat uang sepuluh ribu,” ungkap Sariyati (25) kepada koranbernas.id.

Belum lagi beban kewajiban yang harus mereka tanggung. Lihat saja, apa kata Mbah Marki (77), pedagang busana muslim yang menempati salah satu los Lantai 1 Pasar Baledono kepada koran ini.

Baca Juga :  Gara-gara Mahar Emas Palsu, Pemuda Ini Dibui

“Hari ini saya dapat uang Rp 40.000, tapi harus membayar retribusi selama tiga hari sebesar Rp 15.900. Per harinya saya membayar retribusi sewa los sebesar Rp 5.300. Lusa kemarin saya libur, gak dapat duit, kemarin saya setengah hari lalu tutup untuk takziah, juga gak dapat duit. Hari ini, dapat sedikit tapi harus membayar sewa tiga hari,” ucap wanita sepuh yang masih tampak sehat ini.

Para pedagang Pasar Baledono tampak lesu menunggu datangnya para pembeli di depan los mereka. (hery priyantono/koranbernas.id)

Hal yang sama diungkapkan Nunuk Komariyah (53) yang juga berdagang baju di Los Lantai Bawah. “Kami tetap harus membayar sewa per meternya setiap harinya. Tidak peduli kami jualan atau tidak,” akunya.

Keluhan ini sudah disampaikan Perwakilan Pengurus Pasar (Papas) Pasar Baledono yang dibangun dengan nilai spektakuler sebesar Rp 116 miliar ini.

Sejumlah perwakilan pedagang pekan lalu mendatangi Gedung DPRD Purworejo dan menemui anggota Komisi C.

Baca Juga :  Candibinangun Desa Anti Politik Uang

Mereka menuntut bea retribusi sewa dikurangi separo dari jumlah yang ditetapkan saat ini. “Kami mintanya diturunkan separo, yakni Rp 500 per meter untuk pemilik los,” tutur Zulfana (34).

Para pemilik los merasa keberatan biaya sewa los diterapkan senilai Rp 1.000 dan diberlakukan setiap hari.

“Kami seperti membuka usaha baru. Pasca-kebakaran pasar lima tahun lalu, langganan dan pembeli kami sudah menemukan tempat baru untuk belanja. Kami butuh waktu agar dagangan kami ramai terjual. Kami mohon Pemkab Purworejo bisa mengerti kondisi pedagang di sini (Pasar Baledono),” jelas Nur (50).

Berikutnya, ribuan pedagang juga menuntut Pemkab Purworejo agar jalan depan Pasar Baledono dilalui angkutan umum seperti Kopada.

“Juga kami minta agar terminal Kopada jurusan Kaligesing tetap berada di belakang lokasi pasar. Sehingga penumpang turun dan bisa berkumpul di kawasan Pasar,” sergah pedagang lainnya, Yayuk. (sol)