Suwignyo Akui, Transaksi Tunai dan ATM Terus Turun

123
Direktur BCA Suwignyo Budiman (tiga dari kanan) saat menerima kenang-kenangan dalam Talkshow Executive Series di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, belum lama ini. (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, Suwignyo Budiman mengakui, transaksi tunai di kantor dan ATM terus mengalami penurunan.

Suwignyo menjelaskan pada tahun 1995, BCA mencatat jumlah transaksi mencapai 17-18 juta per hari dengan transaksi terbesar melalui ATM sebesar 1-2 juta transaksi.

Di tahun 2000, transaksi melalui ATM terus tumbuh mencapai 69 persen dan melalui kantor cabang sebesar 26 persen. Demikian pula di tahun 2005, transaksi melalui ATM tetap tinggi dan melalui kantor cabang sekitar 20 persen.

“Tapi posisi September 2017, dari 20 juta transaksi nasabah setiap hari yang melalui ATM tinggal 33 persen. Sedangkan melalui kantor cabang tinggal 3 persen,,” kata Suwignyo disela-sela Talkshow Executive Series di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), belum lama ini.

Baca Juga :  Siap-siap, Rumah dan Mobil Menanti Pelanggan Indihome

Melihat tren ini maka perseroan terus melakukan inovasi dan setiap bulan meluncurkan layanan kebutuhan nasabah berbasis teknologi.

Suwignyo menjelaskan, perseroan harus mengikuti tren ketika nasabah mulai beralih menggunakan mobile banking dan internet banking. Nasabah juga memanfaatkan saluran elektronik lainnya seperti call center dan phone banking.

“Guna menjawab dan memenuhi kebutuhan nasabah, perseroan menyiapkan 9 digital branch, 30 layanan BCA Expert yang hanya ditunggui oleh seorang pegawai,” jelasnya.

Selain tren atau tuntutan pasar, peralihan atau transformasi ke layanan digital ini juga jauh lebih efisien. Suwignyo menggambarkan, perbandingan biaya atau ongkos yang harus dikeluarkan BCA sebesar Rp 40.000 bila melalui teller. Namun, bila menggunakan m-banking hanya Rp 100.

Baca Juga :  BCA Beri Pelatihan Skill Komunikasi dan Kepemimpinan Bagi Pengurus Baru Pentingsari

“Selain itu, digitalisasi sudah menjadi keharusan di era saat ini. Bank akan tertinggal dengan kehadiran perusahaan fintech (financial technology) kalau tidak melakukan transformasi. Apalagi sekarang perusahaan fintech bermain di sektor payment (pembayaran) dan lending (kredit). Dua hal yang menjadi bisnis utama perbankan,”paparnya.

Namun demikian, layanan ATM tetap akan dikembangkan pula oleh perseroan. Hal ini sebagai wujud pelayanan menyeluruh untuk nasabah yang memang belum terbiasa dengan layanan digital.

Saat ini manajemen menginvestasikan dana untuk membeli 1000 unit ATM dan menempatkan BCA sebagai bank terbanyak memiliki mesin uang ini. (*/sur)