Syafii Efendi: Indonesia Tidak Butuh Orang Pintar 

1008
Motivator muda Indonesia yang tengah naik daun Syafii Efendi (26), berjas putih ketika tampil di Gedung PGRI Purbalingga, Minggu (25/02/2018). (prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Motivator muda Indonesia yang tengah naik daun Syafii Efendi (26) menegaskan, saat ini Indonesia mendesak butuh orang-orang baik, bukan orang pintar. Korupsi yang merajalela, dan masih banyaknya masyarakat miskin saat ini, karena banyak orang tidak jujur yang mengelola negara ini. Saatnya,kini generasi milenial yang lahir di jaman teknologi, harus punya komitmen kuat dan berkarakter,untuk ke depan bisa memimpin negeri ini menjadi lebih baik.

“Sekarang kita tidak butuh orang pintar. Menjadikan pintar itu mudah, suruh belajar terus menerus pasti akan jadi orang pintar.Tapi menjadikan orang baik, jujur dan berkarakter, itu tidak mudah. Harus dibangun sejak dini, sehingga saat muda atau kelak bisa menjadi pemimpin yang memberikan manfaat bagi semua orang,”  tegas Syafii Efendi pada Seminar Motivasi Nasional dengan tema “Entrepreneur Muda Membangun Bangsa”, di Gedung PGRI Purbalingga,Minggu sore (25/02/2018).

Kegiatan itu diikuti 1500 lebih peserta, sebagian besar pelajar SMA dan SMK se Purbalingga serta kalangan mahasiswa.

Kegiatan itu dihadiri juga pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga, Subeno.

Sebelumnya, Minggu pagi (25/02/2018),  Syafii Efendi juga tampil di Auditorium Hotel Central Banjarnegara, dengan peserta 1.600 orang lebih. Tema yang diangkat saat menjadi pemateri di Purbalingga maupun Banjarnegara, sama, dan para peserta sangat antusias mengikuti jalannya seminar tersebut.

Kegiatan di dua kota itu diselenggarakan oleh Komunitas Sukses Muda Indonesia (SMI) wilayah Jateng-DIY yang diketuai Slamet Muridan.

Tampil enerjik dan mampu membakar semangat para peserta, Syafii Efendi mengaku prihatin dengan kondisi anak muda saat ini. Pacaran dan mengkonsumsi narkoba,merupakan hal biasa di kalangan anak muda.

“Ini sungguh memprihatinkan. Bahkan sepekan lalu 2,5 ton narkoba yang diproduksi di China, masuk ke Indonesia. Ini bisa menghancurkan 2,5 juta anak muda Indonesia. Sungguh amat mengenaskan. Sanggupkah kalian tidak pacaran dan menjauhi narkoba?,” tanya Syafeei Efendi.

Sontak peserta menjawab “Sanggupppp !”.

Untuk itu, Syafii Efendi mengajak kaum muda menjauhi narkoba, menjauhi pacaran yang hanya buang-buang waktu. Harus fokus belajar, memperluas wawasan dan relasi dengan orang-orang sukses, serta memanfaatkan segala kemampuan untuk membuka lapangan pekerjaan dengan jiwa enterpreneur.

“Orang di sekeliling kita adalah daya ungkit terbesar keberhasilan. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang terbaik dan bekerja sama lah dengan mereka. Jangan mudah putus asa,” ujar Syafii Efendi.

Syafii Efendi mengakui, usia 16-40 tahun adalah saat produktif untuk membangun peluang usaha.

Syafii Efendi,trainer yang belakangan sering diundang diseluruh kota di Indonesia dari Aceh hingga Papua ini menegaskan, kesuksesan bisa diraih di masa muda. Kuncinya dengan merubah mindset dari keinginan menjadi pegawai, diubah menjadi kemandirian.

“Sebab, mindset merupakan fundamental strategi untuk bisa meraih kesuksesan,”paparnya.

Menurut Syafii, selain merubah mindset juga harus merubah kebiasaan negatif yang selama ini dilakukan. Seperti melihat tontonan yang seharusnya tidak boleh disaksikan, diantaranya sinetron. “Mayoritas sinetron yang kita tonton selama ini sangat tidak mendidik.Hanya mengajarkan cinta-cintaan, cara membunuh, mendendam, iri hati dan hal-hal tidak baik,” ujarnya.

Mengubah Mindset

Terpisah, Ketua Komunitas SMI wilayah Jateng-DIY Slamet Muridan menuturkan,  kegiatan di Purbalingga dan Banjarnegara ini  digelar untuk mengubah mindset anak muda selama ini agar mereka bermental wirausaha.

“Itu karena kita ketahui bersama MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) sudah mulai masuk ke Indonesia. Mau tidak mau kita harus masuk dan bersaing di dalamnya,” kata Slamet.(SM)