Tak Ada Garam Kaca di Sleman

227
Petugas dari Dinas Perindag Sleman memantau penjualan garam di pasar, Jumat (18/08/2017).

KORANBERNAS.ID – Sehubungan maraknya pemberitaan terkait garam mengandung kaca akhir-akhir ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan  (Disperindag) Sleman menjamin garam yang mengandung kaca tidak beredar di kabupaten ini.

Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi,  Jumat (18/08/2017), menyatakan instansi yang dipimpinnya sudah melakukan pemantauan dan pemeriksaan peredaran garam  di  enam pasar  besar   yaitu pasar Gamping, Godean, Tempel,  Sleman, Pakem dan Prambanan.

Hasilnya, sampel  garam yang diperiksa di enam pasar tersebut tidak ditemukan garam yang diduga bercampur kaca. “Kami pastikan garam yang  beredar  di Sleman sehat untuk dikonsumsi,” kata Endah.

Pada pemantauan kali ini dilakukan uji coba dengan memasukkan garam ke gelas berisi air kemudian diaduk.   Setelah diaduk rata, seluruh garam larut tanpa meninggalkan sisa yang tidak terlarut. Dari situ disimpulkan tidak ada unsur kaca pada garam tersebut.

Endah menambahkan dari pengakuan para pedagang,   garam yang beredar di Sleman kebanyakan dipasok dari Pati Jawa Tengah. Mengenai tingginya harga garam, karena tersendatnya suplai garam dari produsen. Harga garam saat ini di kisaran Rp 4.000 dari semula Rp 2.000.

Endah menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu garam yang diduga bercampur kaca. Unsur kaca tidak ditemukan setelah dilakukan uji lab dan uji coba di lapangan.

“Untuk pengawasan  barang dagangan di pasar ini, kami juga menerjunkan petugas langsung ke pasar, untuk memantau peredaran barang maupun harga,” tambahnya. (bid jalasutra)