Pantai Gunungkidul Jadi Gudangnya Garam

174
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X meninjau pembuatan garam di Pantai Sepanjang, Sabtu (12/8/2017). (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Kabupaten Gunungkidul yang punya panjang pantai hingga 80 km menjadi lokasi strategis untuk pembuatan garam. Bahkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga berharap masyarakat Gunungkidul, utamanya di kawasan pantai bisa memanfaatkan peluang ini.

“Kalau nelayan karena masalah cuaca tidak bisa melaut, maka gantinya membuat garam. Atau warga sekitar pantai yang selama ini hidup miskin, maka usaha pembuatan garam skala keluarga. Jika ini dilakukan kesejahteraan masyarakat pesisir tentu akan lebih baik,” kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X ketika mengunjungi pembuatan garam di Pantai Sepanjang wilayah Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari, Sabtu (12/8/2017).

Dalam kunjungannya ini Gubernur DIY didampingi Bupati Gunungkidul, Badingah melihat secara langsung proses pembuatan garam secara tradisional menggunakan terpal ukuran 4 m X 6 m. Menurut Sultan, di wilayah Gunungkidul, ada beberapa tempat di yang direncanakan untuk produksi garam, diantaranya Pantai Sepanjang, Pantai Nguyahan, dan Pantai Ngrenehan.

Baca Juga :  Bantul Fashion Street Bikin Pariwisata  Bergairah

“Namun informasinya, kualitas paling baik garam di Pantai Sepanjang ini,” tambah Sultan.

Untuk mewujudkan hal ini, Pemerintah DIY melalui Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, akan memberikan pelatihan bagi nelayan dan masyarakat sekitar pesisir di Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul, Badingah dalam kesempatan ini juga berharap agar masyarakat pesisir bisa menangkap peluang yang menurutnya sangat baik ini.

“Ini peluang bagus dan harus dimanfaatkan masyarakat. Proses pembuatan garam juga mudah. Air laut di taruh dalam kolam terpal dan ditunggu beberapa hari, sudah jadi garam,” katanya.

Meski hanya sederhana, namun Badingah tetap berharap adanya pelatihan, termasuk nantinya penjualan produksinya. (yve)