Tak Perlu Khawatir, Lulusan SMK Kesehatan Bisa Langsung Kerja

1666
Sosialisasi Kewenangan Asisten Tenaga Kesehatan di Hotel Gowongan Inn, Selasa (10/10/2017). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Perkembangan SMK semakin baik saat ini, tak terkecuali SMK Kesehatan. Lulusan SMK Kesehatan saat ini diakui secara resmi kompetensinya dan dapat lansung bekerja. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 80 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Asisten Tenaga Kesehatan.

Permenkes tersebut merupakan kelanjutan dari UU Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, yang menegaskan lulusan sekolah menengah yang sebelumnya diakui sebagai tenaga kesehatan, berubah kedudukannya menjadi asisten tenaga kesehatan.

“Ini perjuangan SMK Kesehatan untuk diakui. Karenanya kami berupaya membantu agar kualitas dan kompetensi lulusan SMK Kesehatan semakin baik,” papar Sri Sunarsih mewakili Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY disela Sosialisasi Kewenangan Asisten Tenaga Kesehatan di Hotel Gowongan Inn, Selasa (10/10/2017).

Menurut Sri, beberapa tahun lalu, lulusan SMK Kesehatan sulit untuk bisa langsung bekerja. Hal itu disebabkan kompetensinya yang dianggap belum memenuhi. Akibatnya, para lulusan SMK harus meneruskan ke pendidikan tinggi jika ingin bekerja.

Dengan adanya aturan baru, lulusan SMK Kesehatan saat ini bisa bekerja jadi asisten perawat, asisten apoteker dan lainnya. Namun lulusan SMK wajib mengembangkan kompetensi seperti menguasai ilmu pengetahuan sesuai kompetensi keahlian, menguasai pengelolaan diri, berkarakter serta penguasaan bahasa asing untuk siap kerja.

“Bila ingin mengembangkan karir, mereka diwajibkan melanjutkan ke pendidikan tinggi,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DIY, Hardiah Djuliani mengungkapkan, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 80 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Asisten Tenaga Kesehatan, terdapat lima ruang lingkup pekerjaan asisten tenaga kesehatan yang bisa menampung para lulusan SMK Kesehatan.

“Mereka bisa jadi asisten perawat, asisten dental, asisten tenaga kefarmasian, asisten teknisi laboratorium medik dan asisten teknisi pelayanan darah,” jelasnya.(yve)