Taksi dan Becak Tak Ingin Berebut Penumpang

303
Pengemudi becak menunggu penumpang di depan Rumah Sakit dr Soedirman Kebumen. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Moda angkutan umum taksi  mulai  beroperasi di Kabupaten Kebumen  kurang dari tiga bulan terakhir ini. Meski beroperasi di lokasi dan pangkalan yang sama dengan para pengemudi becak, keduanya ingin hidup berbarengan dan rukun. Mereka juga tidak menginginkan ada perselisihan hanya gara-gara berebut penumpang.

Mujiyono (43), pengemudi taksi sebuah perusahaan taksi lokal yang baru sebulan beroperasi kepada koranbernas.id Rabu (04/10/2017) mengatakan, sebagai orang  baru di angkutan  umum, dirinya bersama pengemudi taksi se-perusahaan berkomitmen tidak akan mencari penumpang dengan cara keluar jemput bola.

Melainkan, cukup dengan menyebarluaskan nomor kontak handphone yang bisa dihubungi, nomor kontak perusahaan dan pribadi.

“Sementara belum taksi online,“ kata Mujiyono, di depan Rumah Sakit Umum dr Soedirman (RSDS) Kebumen. Di lokasi itu ada dua hingga tiga taksi mangkal. Pasien dan  keluarga pasien menjadi  andalan penumpangnya.

Baca Juga :  Bupati Purbalingga Safari Natal ke 11 Gereja

Meskipun “hadir“ paling akhir menyusul pengemudi becak, dia ingin hidup berdampingan serta tidak berebut penumpang secara fisik. Biarlah calon penumpang yang memilih angkutan umum.

Agar bisa hidup berbarengan dengan becak, sambil menunggu penumpang ia dan dua temannya sesama pengemudi taksi duduk manis di kios. Agar tidak terjadi perselisihan, ia tidak mencari penumpang hingga di dalam komplek RSDS Kebumen.

Calon penumpang pengguna taksi, setelah mengetahui nomor yang tertulis besar di bodi mobil, biasanya langsung kontak. “Penumpang akan kontak jika membutuhkan,“ kata Mujiyono.

Dia mengakui, biaya taksi dengan sistem argometer atau borongan sesuai kesepakatan dengan penumpang belum familiar di masyarakat.

Sistem argometer dimulai dari biaya buka pintu Rp 6.000 kemudian biaya  per kilometer dihitung Rp 5.000. Tetapi jika ada penumpang dengan jarak perjalanan kurang dari 4 km, ada tarif minimum  Rp 30.000.

Baca Juga :  Air Sempat Mengalir Deras ke GL Zoo

“Argometer kami ditera Metrologi,“  kata  Mujiyono, yang  ingin  salah satu dari dua perusahaan  taksi lokal mampu berkembang  di Kebumen. (sol)