Takut Suntik, Siswa Coba Lari Lewat Jendela

621
Siswa SMP Pangudi Luhur (PL) Sedayu menjalani imunisasi, Rabu (16/8/2017). Mereka disuntik oleh petugas dari Puskesmas Sedayu I. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID — Beragam ekspresi ditunjukkan oleh siswa SMP Pangudi Luhur (PL) Sedayu tatkala  petugas Puskesmas Sedayu I datang untuk melaksanakan imunisasi  Measles Rubella (MR), Rabu (16/8/2017). Ada siswa langsung menjerit dan menangis keras saat melihat petugas yang membawa jarum suntik mendekat ke lengan kirinya.

Ada yang menutup mukanya dengan tangan, ada pula yang mencoba lari lewat jendela. Terlihat ada siswa menghindar dari petugas saat kelasnya dipanggil, dengan cara berlari ke  halaman sekolah.

Namun setelah dibujuk oleh petugas dan guru dengan nada lembut, termasuk aparat Kepolisian yang dipimpin Panit I Bhinmas Polsek Sedayu Iptu Agus Supraja SH dan Danramil  02/Sedayu, Kapten (Inf) Kusmin, akhirnya siswa itu bersedia diimunisasi.

Usai disuntik mereka  langsung berubah tersenyum bahkan ada yang tertawa, karena  imunisasi ternyata tidak sesakit yang mereka bayangkan.

“Tadi takut sakit,” kata Putri salah satu siswa kelas VIII ketika ditanya alasannya menangis saat melihat jarum suntik.

Baca Juga :  Ratusan PHL Pemda Kena PHK

Begitu pun yang dilakukan Bagas Prihardono. Awalnya dia menolak diimunisasi. Bahkan guru serta petugas Puskesmas harus berulang kali membujuk Bagas yang hendak lari dari ruangan. Bagas juga meronta-ronta, sampai akhirnya  mau juga diimunisasi kendati wajahnya sangat tegang.

“Takut disuntik, takut sakit. Ternyata  hanya kayak digigit semut,” katanya saat meninggalkan ruangan.

Petugas dari Puskesmas Sedayu I, dr Henny Cloridina mengatakan, sasaran imunisasi MR adalah usia 9 bulan hingga 15 tahun 11 bulan tanpa melihat riwayat imunisasi sebelumnya.

“Wilayah kerja atau cakupan Puskesmas Sedayu I jumlah sasaran 10.000 anak. Mereka tersebar di sekolah yang ada di Desa Argosari dan Argomulyo sebagai wilayah kerja kami. Pelaksanaan sudah berjalan lebih dari 90 persen,” katanya.

Imunisasi MR ini sangat penting artinya bagi kesehatan. Karena campak dapat menyebabkan komplikasi penyakit  yang serius, seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), gizi buruk, kebutaan bahkan kematian.

Baca Juga :  Curi HP, Oknum Pelajar Digelandang Petugas

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan.

Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun  bisa dicegah salah satunya dengan imunisasi MR. “Untuk menggelar  kegiatan ini kami sudah melakukan sosialisasi sebelumnya. Termasuk efek sampingnya dari imunisasi,” katanya. (sari wijaya).

Penanganan Pasca-Imunisasi MR

  • Jika panas, anak dapat diberi parasetamol, jika panas berlanjut hubungi sarana medis.
  • Jika kemeng bisa dikompres pakai air hangat
  • Jika ada yang alergi, segera dibawa ke sarana medis terdekat.

Sumber: Puskesmas Sedayu 1