Taman Bermain Ngadiprono Ini Dulunya Tempat Sampah

214
Cyrillus Harinowo (empat dari kiri) meresmikan taman bermain dengan pemukulan kentong. Ikut Mendampingi Inge Setiawati (tiga dari kiri) dan Sapto Rachmadi (dua dari kiri). (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Setelah melakukan pendampingan pembangun Pasar Papringan Ngadiprono di Ngadimulyo Temanggung, Komunitas Spedagi dan Mata Air berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melakukan pembangunan Taman Bermain Ngadiprono. Program ini merupakan wujud komitmen untuk mengembangkan sektor kepariwisataan yang menjadi salah satu pilar pemerintah saat ini.

Pengembangan Taman Bermain Ngadiprono sendiri, sekaligus juga sebagai jawaban dari persoalan lingkungan. Sebab lokasi pembangunan taman bermain ini, dulunya adalah tempat pembuangan sampah, sehingga mengganggu lingkungan.

Taman bermain ini, menurut Komisaris PT BCA Tbk, Cyrillus Harinowo, dirancang secara khusus sebagai wadah aktivitas sosial lintas generasi di Desa Ngadimulyo.

“Program ini adalah kelanjutan dari program pengembangan Pasar Papringan,” jelas Cyrillus dalam rilisnya, Rabu (22/11/2017).

Keberadaan Pasar Papringan dan Taman Bermain Ngadiprono ini, dinilai strategis untuk masa ke depan. Pasar dan taman bermain akan menjadi sebagian dari magnet kepariwisataan, yang didorong perkembangannya dengan memaksimalkan potensi-potensi lokal dan kearifan lokal.

Baca Juga :  Tak Sampai Satu Jam Beras Lima Ton Habis Terjual

Cyrillus berharap, langkah yang diinisiasi oleh masyarakat bekerja sama dengan BCA dan Komunitas Spedagi dan Mata Air ini, dapat menginspirasi daerah-daerah lain untuk menggali potensi mereka.

Dengan demikian, gerakan untuk menggali dan mengoptimalkan potensi positif ini bisa terus meluas dan menjadi gerakan massif dari seluruh daerah dan elemen masyarakat

Direktur Spedagi Singgih Susilo Kartono, dan Ketua Komunitas Mata Air Imam Abdul Rofiq menjelaskan, Taman Bermain Ngadiprono ini dirancang oleh arsitek dari Thailand. Pengembangan taman dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat menjadi wadah interaksi sosial dari seluruh lapisan masyarakat.

Anak-anak bermain dengan nyaman dan aman di Taman bermain Ngadiprono

Kepala Desa Ngadimuljo Muh Amin menjelaskan Dukungan BCA terhadap pengembangan Komunitas Pasar Papringan telah berlangsung sejak tahun 2016 berawal dari partisipasi dalam penyelenggaraan The 2nd International Conference on Village Revitalization, yang berlanjut dengan pendampingan pendirian Pasar Papringan Ngadiprono.

Baca Juga :  Penyandang Disabilitas Dilatih Padamkan Api

“Semoga pembangunan Taman Bermain Ngadiprono ini dapat bermanfaat menjadi wadah interaksi antar warga Desa Ngadimulyo yang memungkinkan pewarisan keterampilan dan kearifan lokal dari satu generasi ke generasi berikutnya,” tandasnya.

Ketua Komunitas Mata Air Imam Abdul Rofiq menjelaskan konsep utama dari Taman bermain Ngadiprono ini, adalah menghadirkan ruang untuk anak-anak dapat bermain dengan sangat leluasa dan nyaman.

Ide ini dilatarbelakangi oleh kenangan warga masyarakat akan suasana bermain masa kecil yang natural dan nyaman, jauh dari kerusakan lingkungan.

“Lokasi ini awalnya adalah tempat pembuangan sampah. Masyarakat kemudian berkeinginan membuat ruang terbuka hijau dan nyaman untuk aktivitas bermain anak-anak dan orangtuanya.

“Saat mengarsiteki taman ini, orang Thailand sempat menginap di Ngadiprono selama 3 bulan,” tandasnya. (*/sur)