Tanamkan Nilai-nilai Pancasila dari Lingkungan Terkecil

230
Anggota DPD RI Dapil DIY Drs HA Hafidh Asrom MM melaksanakan kegiatan dengar pendapat dengan pengurus Muslimat NU se-Gunungkidul, Senin (12/02/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Lingkungan keluarga mempunyai peranan penting bagi pembudayaan nilai-nilai Pancasila di tengah-tengah masyarakat. Dari keluargalah interaksi sosial pertama kali terjadi antara orang tua dan anak sehingga proses intenalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari akan cepat tercapai.

“Pembudayaan nilai-nilai Pancasila yang pertama kali harus dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga,” ungkap Drs HA Hafidh Asrom MM, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan DIY.

Pada acara Silaturahim dan Dengar Pendapat dengan Pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Gunungkidul di Aula Gedung PCNU Gunungkidul Kepek Wonosari, Senin (12/2/2018) dia mengatakan di sinilah pentingnya peran keluarga khususnya seorang  ibu mendampigi putra-putrinya berperilaku sehari-hari agar mencerminkan rasa jujur, tanggung jawab, terbuka  dan saling menghargai orang lain.

Baca Juga :  Guru dan Siswa Terkena Semburan Api Las Karbit

“Seorang ibu harus memberikan waktu yang cukup untuk mendampingi anak-anaknya, khususnya terhadap permainan atau hiburan atau teknologi, jika tidak dikelola dengan baik bisa berdampak buruk terhadap perkembangan sosial dan karakter anak, karena pertumbuhan dan perkembangan sosial anak akan dipengaruhi oleh lingkungannya,” ungkap Senator dari DIY ini.

Menjawab pertanyaan peserta soal minimnya keterlibatan  perempuan dalam pengeloalaan dana desa, Hafidh berharap ke depan  Pengurus Muslimat NU Kabupaten Gunungkidul bisa terlibat mengawal dana desa.

Tujuannya agar pembangunan sumber daya ekonomi peremuan pedesaan  semakin maju. Lahirnya undang-undang Desa itu tujuan utamanya membangun perekonomian desa agar bisa maju, mandiri dan sejahtera.

“Pengurus Muslimat NU harus proaktif dalam perencanaan pembangunan desa baik di tingkat dusun maupun di tingkat desa, karena dasar dari pelaksanaan dana desa itu adalah hasil musyawarah perencanaan pembangunan desa,” jelas senator yang membidangi masalah otonomi dan pembangunan daerah tersebut.

Baca Juga :  Tak Semua Orang Peroleh Kesempatan Berhaji

Acara yang diikuti seratus lebih pengurus Mulimat se-Kabupaten Gunungkidul itu dihadiri pembicara Dr Adur Rozaki MSi, Sosiolog UIN Sunan Kaljaga Yogyakarta, Drs KH Bardan Usman MPdI, Rois Syuriah NU Gunungkidul, Drs KH Arif Gunadi MPdI Ketua PCNU Gunungkidul serta Hj Badiah SPdI Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Gunungkidul. (sol)