Tanda Cinta dari “Koyok Istimewa”

170
Penampilan kesenian tradisional mewarnai aksi yang digelar Koyok Istimewa di Bunderan UGM, Rabu (18/04/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Merespons pernyataan kontroversial yang terlontar dari mantan Wakil Ketua MPR RI, Amien Rais, warga yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Yogyakarta Istimewa (Koyok Istimewa), menggelar aksi di Bunderan UGM, Rabu (18/04/2018).

Pada aksi damai kali ini, mereka selain memberikan hadiah juga mendoakan yang bersangkutan tetap sehat. “Untuk itu kami mengirimkan balsem, koin kerokan, beras kencur dan ndhog Jawa sebagai tanda cinta. Semoga piranti ini membantu menjaga kesehatan lahir batin,” ungkap Agus Sunandar selaku koordinator aksi.

Aksi ini juga dimeriahkan penampilan kesenian tradisional Gedruk Turangga Seta Laras Code dan Bregada Purbonegoro serta performance Seni Kentongan Nusantara.

Dalam pernyataan sikapnya mereka berpendapat, pernyataan seorang elit politik yang mendikotomi keberadaan partai politik Indonesia dalam dua kategori besar yakni partai Allah dan partai setan, berpotensi memecah persatuan bangsa dan melukai hati rakyat.

Baca Juga :  Apresiasi untuk Program Smart City Sleman

Pernyataan tersebut selain dinilai menyesatkan, juga tidak mendidik masyarakat. Publik membutuhkan narasi-narasi politik yang konstruktif dan berkemajuan.

Koyok Istimewa juga berpendapat, ujaran itu dikhawatirkan bisa mengadu domba masyarakat, menistakan nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia serta bertentangan nilai-nilai luhur kebudayaan dan keistimewaan DIY, yang dijiwai semangat tepa selira, asah asih asuh dan mencintai sesama warga bangsa serta cinta persatuan bangsa.

Di masyarakat Jawa ada adagium ngunduri tuwa.  Artinya seiring usia yang semakin renta alangkah baiknya seseorang mulai mawas diri, bersikap lebih tenang, santun dan menarik diri dari hiruk pikuk duniawi.

“Kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk senantiasa siap siaga merondai Indonesia agar akal waras tetap terjaga. Kita tidak ingin bentuk-bentuk pikiran dan atau tindakan yang merusak keutuhan negara Kesatuan Republik Indonesia serta menafikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsa,” kata Agus Sunandar. (sol)

Baca Juga :  Jalan Amblas, Pohon Bertumbangan di Bantul