Tangani ODGJ Butuh Dukungan DPRD

181
Gedung yang akan digunakan untuk shelter jiwa  kondisinya tidak terawat dan rusak, saat ditinjau Komisi B DPRD Kebumen, Sabtu (07/10/2017). (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen membutuhkan dukungan  DPRD untuk bisa menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) secara lebih layak.

Salah satu upaya untuk meraih dukungan, Dinas Sosial  Pengendalian Penduduk Perlindungan Ibu dan Anak Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kebumen mengajak Komisi B DPRD Kabupaten Kebumen mengunjungi rumah Keluarga Marsiyo, Sabtu (07/1O/2017). Rumah itu puluhan tahun menampung ODGJ.

Dengan melihat langsung kondisi  ODGJ di rumah Marsiyo, DPRD Kabupaten Kebumen diharapkan lebih cepat merespons kebutuhan anggaran untuk menangani mereka.

Kebutuhan anggaran paling dekat adalah rehabilitasi gedung bekas Rumah Sakit Umum dr Soedirman (RSDS) untuk shelter dan penampungan mereka usai menjalani perawatan di poli jiwa Puskesmas Pejagoan.

Baca Juga :  Pria pun Butuh Tampil Stylis
Peninjauan Komisi B DPRD Kebumen. (nanang wi hartono/koranbernas.id)

Kepada koranbernas.id di sela-sela mendampingi empat anggota Komisi B DPRD Kebumen, Kepala Disdalduk KB Kebumen dr A Dwi Budi Satrio mengatakan, Pemkab Kebumen segera merencanakan  rehabilitasi gedung bekas RSDS.

Gedung itu lebih dari dua tahun mangkrak, tidak difungsikan. Bupati  Kebumen HM Yahya Fuad mempersiapkannya untuk dijadikan shelter poli jiwa  dan penampungan sementara, sebelum dibina di panti sosial.

“Gedung itu ada 22 kamar, jika 1 kamar menampung 2 orang, bisa  menampung 44 orang,“ kata Budi Satrio.

Gedung itu jika sudah dimanfaatkan, sebagian untuk tempat perawatan ODGJ yang diselenggarakan poli jiwa Puskesmas Pejagoan. Sebagian lagi untuk tempat penampungan setelah selesai menjalani perawatan di poli jiwa, sebelum di dikirim ke panti. Di panti, mereka mendapat pelatihan agar menjadi manusia produktif.

Baca Juga :  Pembangunan Taman Air Mancur Tak Selesai

Budi Satrio memastikan shelter lebih banyak daya tampungnya dibanding poli jiwa Puskesmas  Pejagoan. Paling cepat semester II tahun anggaran 2018 fasilitas itu bisa digunakan, dikelola Dinas Kesehatan Kebumen dan Disdalduk KB Kebumen.

Anggota Komisi B DPRD Kebumen Agus Hamim usai mengunjungi rumah Marsiyo kepada koranbernas.id mengaku prihatin dengan kondisi tempat penampungan, penanganan, serta ODGJ yang ada di sana.

Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan ini mendukung rencana membangun shelter di gedung bekas RSDS. Namun dia berharap eksekutif bisa berkomunikasi dengan komisi lain yang terkait dengan penggunaan anggaran. (sol)