Tangisan Kembali Pecah di Pengadilan Negeri Sleman

274
Suraji Noto Suwarno SH didampingi pihak keluarga menyampaikan keterangan kepada wartawan usai terdakwa dibebaskan dari tahanan.

KORANBERNAS.ID – Azkia Zahra Nabilla dan Azkia Dias Sayyidah tidak bisa menahan haru. Tangis keduanya kembali pecah begitu mengetahui ibundanya, yang ditahan lebih dari 80 hari, Senin (05/02/2018), resmi dibebaskan.

Demikian pula, sang eyang, Ny Ida Ariana, seperti sulit menghentikan air matanya. Bahkan, Suraji Noto Suwarno SH salah seorang pengacara yang mendampingi mereka, matanya terlihat berkaca-kaca di sela-sela menyampaikan keterangan kepada wartawan di pintu keluar PN Sleman.

Begitu keluar dari gedung PN Sleman, terdakwa yang digugat oleh suaminya dengan tuduhan menggelapkan uang, langsung dibawa ke mobil oleh keluarganya meninggalkan lokasi.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Aris Soleh Efendi, memutuskan terdakwa dibebaskan. “Kami menghormati putusan hakim dan bersyukur klien kami bisa keluar dari tahanan,” kata dia.

Hal ini karena pengaduan atas terdakwa dicabut. Menjawab pertanyaan apakah akan melakukan langkah perdata, dia mengatakan masih akan menunggu salinan dari Pengadilan Negeri Sleman terlebih dahulu, apakah sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Dia mengakui, dari fakta di persidangan memang terjadi kesimpangsiuran namun demikian pihaknya tetap menghormati keputusan hakim.

Sedangkan Ny Ida, eyang yang selama ini bersama anggota keluarga lainnya mengasuh kedua putri itu, mengatakan belum bisa menerima keputusan tersebut.

Baginya, keputusan tersebut belum mencerminkan keadilan, mengingat selama ditahan keduanya cucunya trauma sampai sekarang.

Seperti diberitakan, pelapor DAZ menuduh istrinya sendiri, Ny Endah, menggelapkan uang deposito yang diinvestasikan ke koperasi tempat di mana istrinya bekerja.

Terdakwa, yang kini sudah dibebaskan, menggunakan bunga deposito itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama biaya sekolah anak.

Tris Pratikno SH yang juga kuasa hukum terdakwa menuturkan, uang yang didepositokan Rp 200 juta itu sebagian dicairkan untuk menghidupi dirinya dan kedua putri yang duduk di bangku SMP dan SD. Kasus ini memperoleh simpati dari banyak pihak. (sol)