Tangisan Pecah di Pendapa Parasamya

171
Jamaah haji kloter 28 SOC asal Kabupaten Bantul  disambut haru keluarga di Pendapa Parasamya, Jumat (15/09/2017) sore. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Keharuan mewarnai kepulangan jamaah haji asal Bantul, Jumat (15/09/2017). Jamaah kloter 26 SOC tiba di Pendapa Parasamya sekitar pukul 09:00 dan disambut oleh Bupati Bantul Drs H Suharsono.

Jumlah jamaah yang tiba sebanyak 451 orang. Sementara pada pukul 15:00 tiba kloter 28 SOC sebanyak 350 jamaah dan disambut Wakil Bupati H Abdul Halim Muslih.

Rombongan 28 SOC tiba molor dua jam dari jadwal seharusnya. Begitu rombongan yang diangkut delapan bus tiba di Pendapa Parasamya, keluarga langsung merengsek mendekati bus.

Karena keterbatasan lokasi, hanya beberapa wakil keluarga jamaah haji yang boleh memasuki kompleks pendapa. Selebihnya berada di luar gerbang pendapa dengan setia kendati harus menunggu berjam-jam lamanya.

Baca Juga :  Sektor UMKM Senjata Ampuh Perangi Kemiskinan

Maka ketika mereka dipertemukan dengan keluarganya yang pulang haji, pecahlah tangis kemudian disertai pelukan keharuan. Ada yang langsung menggendong cucunya dan memberikan mainan boneka unta dari bahan plastik dan oleh-oleh lain.

“Saya berharap setelah  kundur haji, Bapak dan Ibu semua menjadi haji dan hajah yang mabrur,” kata Wabup.

Sebelumnya, Bupati Bantul H Suharsono menyampaikan selamat kepada jamaah haji yang tiba di Tanah Air dengan selamat dan sehat.

“Kami doakan semua bisa menjadi haji mabrur serta mampu menjaga kemabrurannya. Semua nilai-nilai ibadah agar diterapkan dalam kehidupan pribadi, keluarga maupun di masyarakat karena Bapak Ibu akan menjadi panutan bagi warga masyarakat di sekitarnya,” kata bupati.

Baca Juga :  Petani Tebu Jogja Ngamuk

Data yang diperoleh koranbernas.id dari Dinas Kominfo Bantul, tahun 2017 jumlah jamaah haji asal Kabupaten Bantul 1.026  orang. Selain kloter 26 SOC dan 28 SOC, direncanakan tiba Sabtu (16/09/2017) pukul 05:00 jamaah kloter 29 SOC, serta  Kloter 30 SOC tiba siang hari pukul 11:00. (sari wijaya)