Tangkap Kepiting Kecil, Nelayan Jadi Tersangka

139
Utusan Kementerian Perikanan RI, Yunus Husein, mendatangi rumah Tri Mulyadi (32) di Samas Desa Srigading Sanden Senin (03/09/2018) terkait statusnya sebagai tersangka usai menangkap kepiting beberapa waktu lalu. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kasus penetapan Tri Mulyadi (32) seorang  nelayan warga Samas Desa Srigading Kecamatan Sanden sebagai tersangka oleh Dit Polair Polda DIY dalam penangkapan kepiting di Laguna Depok, beberapa waktu lalu, mendapat sorotan banyak pihak.

Termasuk dari staf khusus Satgas 115 Pemberantasan Illegal Fishing, Dr Yunus Husein, yang mendatangi Tri di rumahnya, Senin (03/09/2018). Kedatangan Yunus diterima Lurah Srigading  Wahyu Widodo SE dan Tri Mariyadi.

“Kedatangan saya kemari setelah mendengar informasi kok nelayan ada yang ditetapkan sebagai tersangka setelah nangkap kepiting,” kata Yunus.

Apalagi dirinya mendengar Tri Mariyadi hanya menangkap dalam jumlah kecil.

Dan fakta lagi yang ditemukan, ternyata  Tri maupun nelayan lain belum mengetahui secara jelas mengenai Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/Permen-Kp/2016 tentang “Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus Spp), Kepiting (Scylla Spp) dan Rajungan (Portunus Spp) sehingga dirinya kemudian  terjerat hukum.

Baca Juga :  Di Depan Peserta JITM, Sekda Promosi NYIA

Sangkaan yang diterapkan adalah  pasal 100 huruf C Jo pasal 7 ayat 2 huruf J UU RI No 45 tahun 2009 tentang Perubahan UU No 31 tahun 2004 tentang Perikanan Jo pasal 3 huruf B Permen Menteri Perikanan dan Kelautan No 56/permen-kp/.

“Jadi menurut penuturannya kepada saya tadi, memang nelayan belum memahami secara pasti aturan tersebut. Sehingga tetap menangkap kepiting seperti biasa, termasuk  dalam ukuran kecil,” katanya.

Padahaljika mengacu aturan minimal kepiting yang boleh ditangkap adalah 2 ons.

Menurut Yunus, mestinya hukum itu selain ada aspek kepastian juga harus memperhatikan aspek keadilan. “Untuk aspek kemanfaatan dan kesejahteraan bagi nelayan kecil juga harus diperhatikan. Jadi bukan semata kepastian hukumnya saja,” tandas Yunus. Karena memang semua harus berimbang.

Surat penetapan Tri Mulyadi sebagai tersangka. (sari wijaya/koranbernas.id)

Diberitakan, Tri Mulyadi ditetapkan sebagai tersangka karena  menangkap kepiting kecil di bawah 2 ons per ekor sebagaimana dalam aturan yang ada. Jumlah kepiting yang ditangkap totalnya 2,7 kilogram dengan kepiting berbagai ukuran.

Baca Juga :  Masyarakat Harus Waspadai Longsor dan Banjir

Tri menjual pada akhir Agustus lalu dengan harga Rp  Rp 60.000. Tidak disangka  dirinya kemudian diinterogasi petugas dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya itu  tahunya hanya cari uang. Karena lagi musim ombak besar 4-5 bulan terakhir, jadi saya beralih mencari kepiting buat menghidupi keluarga,” kata Tri yang memiliki dua anak tersebut.

Penangkapan terhadap dirinya terjadi usai  petugas melakukan penangkapan kepada tengkulak bernama Supriyanto di Pantai Baru.

Kemudian  Supri mengaku membeli  kepiting  dari Tri Mulyadi. “Sebelumnya kita melakukan operasi dan menemukan kepiting yang tidak sesuai berat ternyata diperjualbelikan. Kami tetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” kata AKBP Riwanto Yuwono, Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda DIY. Oleh polisi tindakan Tri Mulyadi ini dianggap melanggar peraturan yang ada. (sol)