Tanpa Kreativitas Revolusioner, Indonesia Sulit Maju

140
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo (kanan) menyampaikan paparan dalam Inspairing Talk di UC UGM, Sabtu (18/11/2017). (yvestaputu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Generasi muda Indonesia membutuhkan kreativitas yang revolusioner. Tanpa hal itu maka bangsa ini sulit maju.

“Generasi muda kita tidak cukup hanya kreatif karena kreatif itu hanya normal sains. Mereka haruslah menjadi revolusioner, mampu dan berani mengubah mindset,” papar Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo usai mengisi Inspairing Talk di UC UGM, Sabtu (18/11/2017).

Menurut Hasto, banyak generasi muda Indonesia yang memiliki kecerdasan dan gelar pendidikan berderet. Namun tanpa dibarengi keinginan membangun bangsa menuju mandiri dan berdikari, mereka tidak berperan apa-apa.

Kendala yang sering muncul justru pada tantangan mengubah mindset. Perubahan harus ada dalam diri tiap generasi muda kita, mlai dari yang kecil, yakni dari diri sendiri.

Baca Juga :  Partai Hanura DIY Perkuat Konsolidasi

Dicontohkannya, terkait polemik mahalnya harga daging sapi di Indonesia. Hasto berpendapat, hal itu mestinya bukan dijadikan kendala namun jadi momentum mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih banyak mengkonsumsi ikan.

“Mengubah pola pikir itu tidak butuh biaya, daripada harus impor daging dari negara lain. Kenapa tidak beralih ke konsumsi ikan. Dari sisi kesehatan juga lebih baik karena ikan tidak mengandung minyak jenuh seperti daging,” tandasnya.

Meski revolusioner, lanjut Hasto, generasi muda tak boleh melupakan jati diri bangsa. Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa harus melekat apapun kondisi dan sejauh apapun perkembangan jaman yang dilalui.

Kepribadian nusantara terus harus terus didengungkan meski Indonesia nantinya jadi negara maju. Dengan target 2030 Indonesia sebagai negara maju, revolusi mental harus dilakukan saat ini.

Baca Juga :  Hujan Abu Selimuti Bantul

“Pancasila harus tetap dipegang teguh dan dilestarikan. Dan harus ada upaya membangun ekonomi dan budaya nusantara sebagai upaya dari berdikari di era teknologi informasi ini,” imbuhnya. (yve)