Target Bulan Dana PMI 2018 Sebesar Rp 1 Miliar

198
Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo menghadiri pembukaan Bulan Dana PMI Kabupaten Sleman tahun 2018 di Pemkab Sleman, Rabu (17/01/2018). (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menargetkan bisa  memperoleh dana sebesar Rp 1 miliar pada pelaksanaan bulan dana Palang Merah Indonesia (PMI) 2018.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes dalam acara pembukaan Bulan Dana PMI tahun 2018 di Pemkab Sleman, Rabu (17/01/2018).

Pengumpulan bulan dana PMI tahun 2018 akan dilaksanakan dalam jangka waktu empat bulan. “Pengumpulan dana PMI ini tidak panjang hanya selama 4 bulan yaitu Januari, Februari, Maret, dan April 2018,” kata Sri Muslimatun.

Meski jangka waktunya tidak lama diharapkan pengumpulan dana tersebut dapat berjalan optimal serta target yang ditetapkan dapat tercapai.

“Untuk mencapai target Rp 1 miliar, semua komponen harus dapat bekerja dengan baik agar target dapat tercapai,” katanya.

Sri Muslimatun menilai, Bulan Dana PMI merupakan salah satu momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang solidaritas sosial dan kebersamaan.

Masyarakat berkesempatan berperan aktif dalam penggalangan dana untuk kegiatan yang berkaitan dengan Palang Merah, kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan.

Sri Muslimatun juga berharap nantinya target yang telah ditetapkan tercapai, selanjutnya PMI Kabupaten Sleman dapat mempertanggungjawabkannya secara transparan dan akuntabel.

Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo mengatakan program Bulan Dana PMI Kabupaten Sleman merupakan yang terbaik di antara wilayah lain.

Hal ini berdasarkan besaran perolehan dana yang didapat PMI Kabupaten Sleman. “Yang dilakukan PMI Kabupaten Sleman selalu ranking satu dan perolehan dananya terbanyak dibanding wilayah lainnya,” tutur Prabukusumo

Dia juga menambahkan, Standard Operating Procedure (SOP) yang diterapkan PMI Kabupaten Sleman perlu disosialisasikan di wilayah lain untuk menunjang tercapainya target perolehan dana PMI masing-masing wilayah.

“SOP sendiri baru mau kita buat. Februari ini kita harapkan bisa selesai. Masing-masing yang terbaik dari kabupaten/kota aktifivasnya apa, misalnya di Kabupaten Sleman selalu mendapatkan yang terbaik, yang paling besar. Ternyata kan pengumpulan dananya dalam waktu empat bulan, sedangkan wilayah lain 2 sampai 3 bulan saja. Maka itu hal ini bisa diterapkan di wilayah lainnya,” paparnya.

Prabukusomo juga berharap semua komponen terkait mendukung program tersebut. Dia berharap ada anggaran dari pemerintah untuk menanggung biaya masyarakat terkait dengan kebutuhan donor darah. (sol)