Target DIY Miliki 100 Sekolah Siaga Bencana

292
Para siswa SDN Darat Pedukuhan V Desa Karangwuni Wates mengikuti latihan siaga bencana. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Pemerintah DIY  melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menargetkan 100 Sekolah Siaga Bencana (SSB) hingga 2020 mendatang.

“DIY memiliki potensi bencana alam yang beragam di seluruh wilayah,” ungkap Biwara Yuswantana, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Rabu (14/02/2018).

Menurut dia, jumlah SSB setiap tahun terus ditambah. Semula 25 meningkat menjadi 50, 75 dan nantinya 100 sekolah sudah menjadi SSB hingga 2020.

“Diprioritaskan sekolah-sekolah yang memang berada di kawasan rawan bencana,” jelas Biwara di sela-sela acara peresmian SDN Darat Pedukuhan V Desa Karangwuni Wates sebagai SSB.

Dia menilai pembentukan SSB  sangat penting dalam upaya meningkatkan kemampuan warga sekolah menghadapi ancaman bencana.

Poin utamanya adalah mengedukasi anak-anak dan warga sekolah memiliki budaya tanggap tangguh bencana dan menumbuhkan kesiapsiagaan.

“Semua komponen akan kita berdayakan, termasuk komunitas dan relawan. Semua disiagakan agar ketika ada bencana semuanya sudah siap tanggap,” kata Biwara.

Di Kulonprogo kini sudah ada tiga SSB  yaitu SDN II Jangkaran, SDN Darat Karangwuni dan SDN Trisik Galur.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, menyambut baik dibentuknya SSB. Pengetahuan penyelamatan diri dari bencana alam perlu dipahami.

In karena bencana tidak bisa diduga-duga ataupun dihindari.  Seharusnya di kepramukaan juga ada latihan penanggulangan bencana alam.

Mumpung masih anak-anak, daya ingatnya tinggi untuk menyerap materi siaga dan tangguh bencana,” kata Hasto.

Kepala SDN Darat, Asrini, mengatakan sekolahnya terletak di wilayah pesisir Pantai Selatan dan hanya berjarak kurang dari satu kilometer dari pantai. (sol)