Target Swasembada Bawang Putih Meleset

99
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian menyampaikan paparan soal tidak terpenuhinya target bawang putih. (endri yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Minimnya ketersediaan benih bawang putih menjadi salah satu kendala sehingga target swasembada bawang putih di Indonesia tidak tercapai alias meleset.

Pada 2017, penanaman bawang putih yang ditargetkan melalui APBN Perubahan 2017 seluas 3.150 hektar, hanya dapat terpenuhi 1.723 hektar.

“Tidak terpenuhinya target tersebut karena kendala tidak tersedianya benih. Waktu itu hanya menggunakan benih lokal saja” ungkap Prihasto Setyanto, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian.

Kepada wartawan usai rapat koordinasi kebijakan pengembangan komoditas bawang putih di temanggung, Selasa (10/04/2018), dia mengatakan tahun 2018 ditargetkan akan ditanam seluas 12.000 hektar.

“Kalau itu bisa tertanami dengan benih lokal semua, tahun 2019 kita dapat swasembada benih, tapi permasalahannya ini bisa tanam apa nggak, seberapa banyak benih lokal yang tersedia saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Target Meleset, Publik Tetap Antusias Tonton JAS

Menurut Prihasto, Kementerian Pertanian telah bekerja sama dengan PT Pertani guna membeli benih lokal dari petani, dalam rangka mencukupi kebutuhan tanam tahun 2018. Apabila benih masih kurang. direncanakan impor benih bawang putih.

Benih dari Taiwan, Mesir dan India dianggap cocok dengan bawang lokal Indonesia. Prihasto menegaskan Iimpor benih akan difokuskan dari Taiwan karena dianggap yang memiliki DNA yang cocok dengan varietas lokal.

Kebutuhan benih bawang putih di Indonesia rata-rata 0,8 ton per hektar. Sedangkan swasembada perbenihan tahun 2019 dengan luas tanam sebesar 70.000 hingga 80.000 hektar ditargetkan dapat menghasilkan benih 50.000 hingga 60.000 ton. (sol)