Tasyakuran Rayakan Kemerdekaan Berkesenian

178
Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di komplek Perumahan Korpri, Jatimulyo, Alian, Kebumen, Rabu (16/8/2017). (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Tasyakuran hari kemerdekaan yang digelar serentak di seluruh Indonesia pada malam menjelang 17 Agustus sebagai rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI tidak lagi diisi dengan kegiatan tasyakuran. Pergelaran seni setelah doa bersama pun sering digelar sebagai bentuk kebebasan berkesenian yang menjadi tradisi, sekaligus menghibur masyarakat.

Suasana kemerdekaan berkesenian juga nampak di komplek Perumahan Korpri, Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Rabu (16/8/2017) malam. Perumahan yang terbagi dalam 2 Rukun Warga dan 7 Rukun Tetangga ramai dengan gelaran seni pasca tasyakuran. Kesenian digelar setelah warga memanjatkan doa untuk kebaikan bangsa dan negara.

“Talenta anak terlihat di sini. Anak anak usia dini bersama sama menyanyikan lagu nasional, seperti hari merdeka. Mereka punya keberanian tampil di muka umum. Lucu tentu tingkah pola mereka,“ kata Kabul Trifiyanto, Sekretaris RT 02, RW 06 di perumahan Korpri..

Baca Juga :  Gemuruh Sampai Kota, Status Merapi Waspada

Sementara para remaja juga ikut ambil bagian. Mereka yang berlatih seni cukup lama juga menampilkan pertunjukan seni yang tidak kalah menarik. Salah satu putra kembar Satsiswo Nirmolo, alias Pekik, Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kebumen, Mijile Mahammad Tangsen (11) berpantomin malam itu. Dua episode pantomin ditampilkan dihadapan warga RT 02 RW 06, Jatimulyo.

Tak hanya itu, dua sahabat Makruf (19) dan Adit (16), menampilkan seni musik. Meskipun hanya berbekal alat musik sederhana, cajon dan guitar akustik listrik, penampilan dua remaja tersebut menarik perhatian warga. Orang tua seperti diingatkan masa remaja, karena 2 remaja itu menyanyikan lagu-lagu nostalgia.

Kedua remaja ini tampil memukau, karena kekuatan lagunya, juga talentanya. Lagu “Andaikan Kau Datang Kembali “ yang diciptakan dan dipopulerkan Koes Plus, dan lagu “Gereja Tua“ yang dinyanyikan Panjaitan Bersaudara (Panbers), membawa ke masa lalu. Lagu-lagu itu membawa ingatan orang tua mereka ke masa lalu, mungkin masa indah, orang tuanya memadu kasih.(Nanang WH/yve)

Baca Juga :  Pratu Randi Sempat Lakukan Aksi Heroik Selamatkan Anak-anak