Tekan Kasus Kekerasan Anak, Ini Caranya

260

KORANBERNAS.ID — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman, Jumat (19/01/2018) silam, melaksanakan sosialisasi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kantor DP3AP2KB.

“Kegiatan sosialisasi itu merupakan langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam menekan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Sleman,” kata dr Mafilindati Nuraini MKes, Kepala DP3AP2KB Sleman, Senin (22/01/2018).

Linda juga menjelaskan pada 2017, tercatat 54 kasus kekerasan anak terjadi di Sleman. “Sebayak 43 adalah korban dan 11 menjadi pelaku kriminal,” jelas Linda.

Data tersebut diperoleh dari laporan aplikasi pendataan kekerasan terhadap perempuan dan anak (SIKPA). Terjadi terdapat penurunan angka kekerasan pada anak.

Sedangkan jumlah kekerasan anak di Sleman pada 2016 sebanyak 499 kasus dan 2017 sebanyak 472 kasus baik KDRT maupun non-KDRT.

“Dengan adanya selisih turun 28 ini bukan membuat kita merasa tenang tapi kami masih ditantang untuk bagaimana menurunkan kasus-kasus ini,” papar Linda.

Dalam upaya mengatasi kasus kekerasan ini, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk psikolog dari Puskesmas. Akan tetapi hal tersebut dirasa belum cukup.

Oleh karena itu, dengan dibentuknya Puspaga, Linda berharap dapat meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera.

“Kami di Dinas P3AP2KB akan memberikan pelayanan Pusat Pembelajaran Keluarga kalau ada keluarga-keluarga atau sasaran yang memerlukan konsultasi,” kata Linda.

Sekretaris Dinas P3AP2KB, Puji Astuti, menambahkan Puspaga juga akan melayani masyarakat dengan menghadirkan psikolog.  ”Tugas pencegahan ini diampu oleh psikolog, kita memiliki dua psikolog yang siap memberikan layanan aktif dan pasif,” terang Puji.

Puspaga  juga menyediakan layanan inovasi yang diperuntukkan bagi keluarga pasca-perceraian. “Kita (P3AP2KB) mencoba menginisiasi adanya MoU dengan Kementerian Agama, dan Pengadilan Agama  untuk menyelesaikan pasca perceraian,” kata Puji. (sol)