Temanggung Kini Punya Laboratorium Tembakau

638

KORANBERNAS.ID — Bupati Temanggung HM Bambang Sukarno meresmikan gedung laboratorium tembakau, Rabu (29/11/2017). Gedung tersebut berada di jalan lingkar Maron yang digunakan untuk penelitian secara terpadu baik hasil pertanian, perkebunan, maupun terkait pangan dan pembangunan terdiri atas sembilan unit laboratorium.

Bambang mengatakan Temanggung merupakan satu-satunya kabupaten di Indonesia yang memiliki laboratorium tembakau. Laboratorium ini nantinya digunakan untuk meneliti apa saja yang bisa mendatangkan kemaslahatan masyarakat seperti tembakau sebagai komoditas unggulan, termasuk pemurnian tembakau Temanggung, meneliti tembakau srintil, bawang putih, panili, dan cabai.

“Dengan adanya Lab ini saya sangat berharap segala kegiatan penelitian utamnya sector pertanian bisa berjalan optimal dan bisa menghasilkan hal-hal positif yang menguntungkan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Gara-gara Puntung Rokok, Perbukitan Seloharjo Terbakar

Terkait penelitian, Pemkab bakal menggandeng kerjasama dengan LIPI, UGM, UII, BPPT, Kementerian Pendidikan. Laboratorium itu tidak hanya untuk tembakau namun alatnya juga bisa digunakan untuk meneliti bawang putih, panili, cabai dan komoditas lainnya secara ilmiah.

Sementara Kepala UPT Laboratorium Tembakau Woro menuturkan, saat ini ada tujuh laboratorium yakni, laboratorium kultur jaringan, kimia pangan, organolabtik, lingkungan, tanah, hama penyakit. Laboratorium lingkup pekerjaan umum. Namun, belum seluruhnya alat yang diperlukan untuk penelitian terpenuhi dan nantinya akan ada pengadaan secara bertahap.

“Untuk melengkapi alat laboratorium disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Pada 2018 sudah dianggarkan dana Rp1,2 miliar untuk pengadaan alat dan operasional. Prioritas tahun 2017 pada kultur jaringan, kemudian 2018 kimia pangan dan laboratorium konstruksi,” jelasnya.

Baca Juga :  Tenang, Jatah Raskin Oktober Turun

Kepala Bappeda Pemkab Temanggung, Bambang Dewantoro mengatakan biaya pembangunan gedung laboratorium tembakau memakan dana Rp8,9 miliar dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Dalam perdanya laboratorium tembakau itu disebut laboratorium terpadu untuk keperluan riset teknologi hasil pertanian.Diharapkan kebaradaan Laboratorium didayagunakan seoptimal mungkin guna mendukung pembangunan sector pertanian (yve)