Temanggung Kini Punya Pabrik Rokok

1092
Pemilik perusahaan Qimpuls Diky Rudianto memberikan penjelasan kepada petugas bea cukai. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Bea Cukai dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memberikan izin produksi kepada salah satu perusahaan rokok di Temanggung, Qimpuls.

Diky Rudiyanto selaku pemilik Perusahaan Rokok Qimpuls, Senin (23/07/2018), mengatakan proses perizinan dimulai bulan Mei 2018 dan sudah diberikan izin sekaligus launching.

Karena sudah mendapatkan izin, pihaknya segera memproduksi dan memasarkan produknya, dan pada Juli 2018 ini target pemasaran meliputi wilayah karisidenan Kedu dulu.

Menurut dia, Qimpuls memproduksi rokok sigaret kretek. Rokok ini murni menggunakan rempah-rempah tidak menggunakan campuran bahan kimia.

“Saya berharap Temanggung tidak hanya terkenal oleh hasil tembakaunya, tetapi juga ada salah satu produsen rokok yang memanfaatkan tembakau asli dari petani Temanggung,” ujarnya.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Temanggung Bagus Pinuntun ketika ditemui secara terpisah menjelaskan, Qimpuls adalah satu-satunya perusahaan rokok yang sudah mendapatkan izin dari dinas terkait.

Perusahaan itu sudah menyelesaikan semua syarat perizinan yang diperlukan. Untuk mendapatkan izin usaha rokok tidaklah mudah.

“Untuk mendapatkan izin usaha seperti ini tidak mudah, karena membutuhkan modal besar. Persyaratannya juga banyak. Untuk perusahaan rokok di Temanggung yang sudah masuk dan mendapatkan izin dari DPMPTSP baru ada satu ini yang masuk,” jelas Bagus.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Solihin, memberikan keterangan perusahaan rokok Qimpuls sudah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh Bea Cukai.

Yaitu, izin usaha perdagangan, SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), surat IMB (Izin Mendirikan Bangunan), persyaratan kecukupan luas bangunan dan pemeriksaan fisik.

“Dengan pemberian Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai atau NPPBKC ini maka dari bea cukai, izin untuk perusahaan rokok Qimpuls telah diterbitkan dan sudah diperbolehkan memproduksi rokok,” tegas Solihin.

Setelah rokok diproduksi kemudian dibungkus dan diberi pita cukai, maka rokok yang beredar dengan pita cukai dari bea cukai tersebut sudah resmi dan legal untuk dipasarkan.

Dia berharap masyarakat yang ingin membangun sebuah perusahaan rokok ataupun yang lainnya segera membuat izin kepada dinas terkait dan bea cukai apabila perusahaan tersebut termasuk ke dalam usaha barang kena cukai.

Temanggung merupakan kabupaten yang memiliki banyak potensi untuk mengembangkan sebuah perusahaan. (sol)