Temanggung Sulap 7.000 Hektar Jadi Kopi

257
Bupati Temanggung Bambang Sukarno ketika mendatangi salah satu pedagang kopi kemasan produk daerah setempat, Senin (30/10/2017). (endri yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Bupati Temanggung HM Bambang Sukarno bakal memperluas lahan tanaman kopi arabika dikawasan hutan lereng Gunung Sumbing Sindoro (SuSi) dan lereng Gunung Prau dengan luas 7000 hektar.

“Pemerintah Kabupaten Temanggung, bakal memperluas lahan tanaman kopi arabika guna mencukupi permintaan kopi yang terus meningkat.Kami akan bekerja sama dengan Perhutani melalui lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) untuk mengembangkan kopi di kawasan hutan di ketiga lereng gunung tersebut,” ungkapn Bambang Sukarno ketika ditemui disela-sela mengunjungi sejumlah pedagang kopi yang ada di Kabupaten Temanggung, Senin (30/10/2017).

Ia menuturkan rencana pengembangan tanaman kopi arabika tersebut seluas 7.000 hektare dan akan dilaksanakan secara bertahap. Dicontohkan di Desa Tuksari eluas 48 hektare dan Desa Petarangan seluas 45 hektare.

Baca Juga :  Ibu-ibu Peroleh Layanan KB Gratis

Hutan produksi tersebut, lanjutnya, terletak di atas desa, pemanfaatan lahan hutan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mereka yang belum mempunyai lahan bisa menanam kopi sehingga mempunyai penghasilan dan akan meningkatkan perekonomian desa.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin yang ikut mendampingi bupati,menyebutkan, luas areal tanaman kopi arabika di Kabupaten Temanggung sekitar 1.800 hektare dan tanaman kopi robusta mencapai 11.000 hektare. Produktivitas kopi rata-rata lima ton per hektare.

“Permintaan kopi arabika tinggi, namun luas lahannya terbatas sehingga produksinya kurang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menambah luasan lahan bekerja sama dengan perhutani,” ujarnya. (yve)