Tembakau Tak Bisa Dijemur

164

KORANBERNAS.ID — Musim kemarau benar-benar mendatangkan berkah bagi petani tembakau di kaki Gunung Merbabu Boyolali. Sebab musim kemarau sangat mendukung kualitas tembakau yang dihasilkan.

Namun tidak sedikit petani tembakau di wilayah itu justru dihadapkan masalah pengeringan daun tembakau yang sudah dirajang. Karena tidak ada tempat untuk menjemur itulah para petani harus rela pergi jauh untuk menjemur tembakau rajangannya.

Seperti dialami Mulyono, warga Kecamatan Selo Boyolali. Dirinya terpaksa menjemur tembakau di lapangan Desa Majegan pada Jumat (21/9/2018)

“Di tempat saya sudah tidak ada tempat untuk menjemur. Di lapangan ini ada tempat ya menjemur disini saja. Kebetulan cuaca juga mendukung,” kata Mulyono kepada koran bernas dilapangan Desa Majegan.

Baca Juga :  Kacamata Gratis untuk Veteran

Disebutkan, tembakau rajangan jenis growol dari kaki Gunung Merbabu itu kalau sudah kering akan disetorkan ke pabrik rokok Gudang Garam. Saat ini kata dia harganya turun menjadi Rp 55 ribu/kilogram dari semula Rp 65 ribu/kilogram.

“Kalau dipetani harganya ya sekitar itu. Tapi tidak apa-apa dari pada tidak laku,” terangnya

Untuk mengeringkan daun tembakau yang sudah dirajang kata Mulyono, butuh waktu 4 jam saja dengan catatan cuaca cerah dan terik matahari. Karenanya begitu matahari sudah mengeluarkan panasnya sekitar pukul 08:30 seluruh daun tembakau yang sudah dirajang langsung dijemur di lapangan. Karena jarak dari rumah ke lapangan Desa Majegan Tulung cukup jauh maka dirinya terpaksa membawa beberapa mobil dan tenaga untuk membantu.

Baca Juga :  Korban Keracunan Menjadi 60 Orang

Kepada koran bernas, Mulyono yang mengaku sebagai mitra pabrik rokok Gudang Garam telah menekuni usaha pertembakauan setelah lulus sekolah beberapa tahun lalu. Sebab usaha itu merupakan turun temurun dari.orang tua. (yve)