Tembok Roboh Merenggut Nyawa Bocah

346
Kondisi rumah keluarga Misbakhul Munir yang tertimpa longsor. (maharani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Hujan deras yang menguyur Kota Semarang, Sabtu (28/10/2017) membuat pilu keluarga Misbakhul Munir (42). Warga Kampung Dukuh RT 1/3 Kelurahan Karanganyar Kecamatan Tugu Kota Semarang ini kehilangan anaknya, Muhammad Hakim Arrasid.

Bocah berusia enam tahun yang bersekolah di Taman Kanak-kanak (TK) itu, nyawanya tak bisa diselamatkan menyusul tembok bangunan longsor dan menimpa rumah keluarga itu. Peristiwa tragis ini terjadi Sabtu dini hari sekitar pukul 03:00, saat wilayah Tugu diguyur hujan deras.

Korban tidak tertolong meski sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugu. Sedangkan kakaknya bernama Muhammad Rizki Maulana, kelas 1 SMA, terbaring di RSUD Tugu guna menjalani perawatan.

Misbhakul Munir menuturkan ia baru saja pulang dari mocok mortal di tengah malam, istri dan anaknya dia tengok sudah tidur semua.

Saat tertidur lelap, tiba-tiba istrinya bernama Juminten terbangun lantaran mendengar suara gemuruh di luar rumah. Ternyata bangunan tembok rumah sebelah kanan diterjang material bercampur lumpur hingga ambruk.

Pada saat peristiwa terjadi, Munir dan istrinya yang berada di kamar bagian tengah tidak sempat menyelamatkan diri hingga tertimpa longsoran.

Keduanya berusaha keluar dari reruntuhan puing bangunan dan bergegas menuju ruang kamar bagian depan yang dipakai tidur Muhammad Hakim Arrasid dan Muhammad Rizki Maulana.

Tembok rumah Misbakhul Munir jebol terkena longsor. (maharani/koranbernas.id)

Kedua korban dilarikan ke RSUD Tugu guna mendapat perawatan. Namun sesaat sampai di RSUD Tugu, Muhammad Hakim Arrasid sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Anak pertama saya tidak terselamatkan. Tadi pagi langsung dimakamkan di pemakaman Karanganyar. Satunya (Muhammad Rizki Maulana) masih dirawat di rumah sakit,” katanya.

Munir tidak merasakan firasat aneh. Menurutnya, material yang longsor adalah fondasi tembok yang berada di samping atas rumahnya, diduga sebuah pabrik.

Nurhadi, tetangga sebelah rumah Munir juga menjelaskan, sebelum fondasi dan bangunan tembok pabrik tersebut longsor,  permukimannya telah kemasukan air campur lumpur dari atas.

Akibat kejadian ini, warga berharap pihak perusahaan segera membenahi bangunan tembok tersebut, supaya tidak meresahkan masyarakat yang letak permukimannya berada di bawahnya.

“Dulu ya begitu, cuma belum ada fondasinya, tidak ada salurannya. Dulu masih agak menjauh, terus yang bagian sini dibangun fondasi ditembok dipolke sampai dekat rumah penduduk,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Tugu Kompol Davis Busin Siswara, menyatakan benar adanya peristiwa longsor yang menimpa rumah warga. Akibat kejadian ini, seorang anak berusia enam tahun bernama Muhammad Hakim Arrasid meninggal dunia tertimpa longsoran material.

“Saat peristiwa terjadi, korban bersama kakaknya tidur satu kamar. Keduanya tertimpa longsoran material fondasi PT Ria Sarana,” katanya.

Sedangkan kakak dari Muhammad Hakim Arrasid bernama Muhammad Rizki Maulana selamat dari musibah maut ini. Rizki mengalami luka ringan di bagian tubuhnya dan telah menjalani perawatan. Dia sudah diperbolehkan pulang.

Pasca-kejadian, Polsek Tugu dan Tim Inafis Polrestabes Semarang mendatangi lokasi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait longsor yang mengakibatkan tewasnya Muhammad Hakim Arrasid.

“Kita sudah lakukan olah TKP, nanti hasilnya penyelidikan akan kita dalami, apakah ada unsur kelalaian. Masih dalam penanganan,” kata dia.

Pantauan di lapangan, rumah korban mengalami rusak parah, tembok samping rumah ambrol. Material dan lumpur masih berserakan di dalam rumah milik Munir. Sedangkan rumah dan fondasi tembok pabrik PT Ria Sarana yang mengalami longsor dipasangi police line. (sol)