Tenang, PHL Bisa Seleksi Lagi

423
Salah seorang peserta demo, Raras Rahmawatiningsing menunjukkan hasil tes yang menyebabkan dirinya di PHK sebagai PHL saat mengadukan nasib ke DPRD Bantul, Rabu (10/01/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul, Danu Suswantoro mengatakan untuk Pegawai Harian Lepas (PHL) yang saat ini mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena hasil tes Tidak Memenuhi Standar (TMS) masih ada kesempatan menjadi PHL dengan ikut tes penyaringan lagi pada akhir bulan ini.

Sebab OPD di Bantul masib banyak yang membutuhkan PHL mengingat setiap tahun PNS yang pensiun di angka 400-an orang. Sementara di sisi lain Bantul memberlakukan moraturium PNS sejak tujuh tahun dilam.

“Jadi memang Pemkab Bantul masih membutuhkan tenaga PHL. Hanya saja nanti akan dilakukan rekrutmen atau seleksi lagi. Dan PHL yang saat ini diberhentikan, masih bisa ikut test penerimaan PHL kembali,” kata Danu.

Karena PHL atau tenaga kontrak tersebut berbeda dengan PNS, maka mereka tidak begitu saja bisa dialihkan dari OPD yang kelebihan ke OPD yang membutuhkan.

“Mereka kontrak dengan OPD masing-masing, jadi tidak bisa kalau OPD yang berlebihan tenaga PHLnya langsung dioper ke OPD yang kurang. Namun ada mekanisme penyaringan atau seleksi lagi,” katanya.

Diakui Danu, saat ini ada upaya penataan SDM di jajaran Pemkab Bantul sesuai dengan harapan Bupati Bantul, Drs H Suharsono yang sudah menjabat dua periode. Agar tercipta kinerja yang efektif dan efisien serta maksimal.

Maka salah satu upaya penataan adalah dengan menempatkan SDM secara proporsional. Misalnya saja untuk Dinas Perdagangan sebelumnya memiliki 202 PHL, padahal idealnya 160 PHL. Untuk itulah pertengahan Desember silam ada tes psikologi yang dilakukan Pemkab Bantul dengan
menggandeng Polda DIY.

“Jadi untuk hasilnya atau kriteria penilaian seperti apa, kami tidak ada intervensi sama sekali. Semua berdasarkan penilain tim penguji dari Polda DIY,” ujarnya.

Untuk Bantul sendiri, lanjut Danu jumlah PHL pada angka 4.000-an orang. Namun yang ikut tes memang hanya 1179 orang saja. Sedangkan sisanya merupakan GTT/PTT yang ada di sekolah-sekolah dan mereka tenaganya sangat dibutuhkan oleh sekolah masing-maasing.

“Untuk ke depan, kami masih akan menambah tenaga PHL hingga 500-an orang,” jelas Danu. (yve)