Tenang, Stok Hewan Kurban Aman

76
Bupati Slemab, Drs H Sri Purnomo MSI menyempatkan berkeliling di seputar Pasar Hewan disela-sela melakukan pemantauan stok dan harga hewan kurban di Pasar Hewan Ambarketawang Gamping Sleman, Jum’at (10/08/2018). (nila jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI memastikan bahwa stok hewan kurban di wilayah Kabupaten Sleman cukup untuk perayaan Idul Adha tahun 2018 ini.
Kepastian cukupnya stok hewan kurban tersebut disampaikan Sri Purnomo disela-sela melakukan pemantauan stok dan harga hewan kurban di Pasar Hewan Ambarketawang Gamping Sleman, Jum’at (10/08/2018).

“Stok Sapi cukup, kemudian jumlah sapi yang bisa disembelih untuk kurban Idul Adha 2018 banyak. Saya tanya pedagang harganya relatif terjangkau, artinya walaupun mendekati hari H kurang lebih 13 hari lagi, harganya tidak terlalu naik,” jelas Sri Purnomo.

Harga yang masih relatif terjangkau atau tidak melambung tinggi dikarenakan stok yang masih banyak sehingga harga yang ditawarkan tidak terlalu tinggi. Dia juga menjelaskan bahwa masyarakat pada umumnya rata-rata membeli hewan kurban dengan kisaran harga Rp 19 juta hingga Rp 25 juta. Namun juga terdapat beberapa orang membeli secara perorangan hingga kisaran harga Rp 60 juta.

Sri Purnomo menghimbau kepada masyarakat maupun panitia-panitia penyelenggara penyembelihan hewan kurban untuk melakukan survey harga terlebih dahulu jika hendak membeli hewan kurban. Pasalnya dibeberapa tempat penjualan hewan kurban harga yang didapat bisa melambung tinggi dan lebih mahal dibandingkan di Pasar Hewan.

Baca Juga :  Budi Pekerti Pondasi Generasi Milenial

Sementara Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Ir Suwandi Aziz yang turut mendampingi Bupati Sleman dalam pemantauan tersebut memaparkan ketersediaan ternak di Kabupaten Sleman pada tahun 2018 yaitu sapi berjumlah 49.275 ekor, kambing berjumlah 28.480 ekor, dan domba berjumlah 84.100 ekor.

“Tentunya data tersebut merupakan ketersediaan populasi keseluruhan, untuk yang pejantannya sekitar 30% itu ada yang masih muda, ada yang siap potong. Dari 30% tersebut kita ambil sekitar 15% yang siap dipakai sebagai hewan kurban,” jelas Aziz.

Aziz tak menyangkal, bahwa dari angka pemotongan pada tahun 2017 sekitar 7000 ekor tidak semuanya bisa dipenuhi oleh wilayah Sleman sendiri. Menurutnya, beberapa sohibul kurban (orang yang akan berkurban) mencari hewan yang akan di kurbankan ke luar wilayah Sleman seperti Muntilan, Klaten, Gunungkidul.

Baca Juga :  Ratusan Bacaleg PDIP Purworejo Ikuti Psikotes

“Hal ini tentunya sesuai dengan selera. Jadi kalau dari segi angka sebenarnya cukup tapi kan selera mereka masing-masing bervariasi, yang Rp 19 juta, yang Rp 20 juta, bahkan yang Rp 35 juta pun sebetulnya di Sleman ada. Tetapi mungkin seleranya atau dana yang ada menjadi bahan pertimbangan untuk memilih membeli di luar wilayah Sleman,” tuturnya.

Aziz juga mempersilahkan apabila ada yang akan membeli dari luar wilayah Sleman, atau pedagang yang berada di Sleman mendatangkan hewan tersebut dari luar wilayah Sleman. Akan tetapi tetap diharuskan memenuhi beberapa syarat seperti adanya surat keterangan kesehatan hewan sehingga jangan sampai hewan yang masuk atau didatangkan dari wilayah lain membawa penyakit.

“Itupun (syarat-syarat) merupakan bagian dari persyaratan dari hewan yang akan dipotong sebagi hewan kurban harus betul-betul sehat, tidak cacat, dan juga sempurna artinya organ tubuhnya normal,” kata Aziz.(yve)