Tengkleng Mak Nok yang Bikin Kangen

248
Warung Tengkleng Mak Nok di Desa Tegowano Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. (endri yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Tengkleng merupakan makanan khas Solo terbuat dari tulang-tulang daging kambing. Cara memasaknya direbus dan dibumbui rempah-rempah kemudian dihidangkan dengan nasi terpisah.

Jika ingin menikmati tengkleng dengan cita rasa lain dari yang lain, datang saja ke Warung Mak Nok di Desa Tegowano Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. Warungnya memang berukuran 6 x 6 meter dan  letaknya di pojokan desa.

Ada dua meja panjang tertata di dalam ruangan dan satu meja panjang di teras,  disertai kursi plastik ukuran standar satu orang.  20 orang pembeli bisa menikmati tengkleng dengan santai layaknya seperti di rumah sendiri.

Mak Nok (45), sengaja mendesain warungnya sederhana namun masakannya memiliki cita rasa khas, dengan thethelan daging sangat empuk, kuah yang gurih sedikit pedas dan tanpa bau prengus dari daging kambing.

Rasa dan tidak prengus ini ciri khas warung Mak Nok. Untuk menikmatinya, cukup menguliti daging yang menempel di tulang dengan cara digigit. Selanjutnya, seruput tulang berisi sumsum yang dicampur kuah dengan menggunakan sedotan minuman. Inilah sensasinya.

Baca Juga :  Salatiga Hujan Abu

Usaha yang sudah dirintis sejak 1990-an ini bisa menghabiskan sekitar 20 kg tulang dan 15 kg daging kambing per harinya. Kadang-kadang dia menyembelih kambing sendiri.

Sedangkan proses memasaknya membutuhkan waktu rata-rata dua sampai empat jam, tergantung tingkat kealotan daging itu sendiri. Proses memasaknya diawali dengan membersihkan tulang kambing muda, termasuk tengkoraknya.

“Tulang dikerik untuk menghilangkan bulunya. Itu syarat utama. Gigi-gigi kambing juga disikat sampai benar-benar bersih,” terang Mak Nok mengenai cara menghilangkan bau prengus, Selasa (31/07/2018).

Harga per porsi dipatok sangat terjangkau dan bisa dibilang murah. Hanya dengan Rp 20.000 sudah termasuk nasi, pelanggan bisa menikmati tengkleng dengan puas. Porsinya yang lumayan banyak dijamin bisa mengenyangkan pelanggan.

Pengunjung tidak hanya dari wilayah Temanggung saja, banyak juga dari luar kota seperti Magelang, Wonosobo, Semarang bahkan dari Surabaya. “Setiap hari, kami buka jam 10:00, tapi untuk tengklengnya baru bisa dilayani sekitar jam 11:00 sampai 12:00, pas masakan matang dan jam tiga atau empat sudah habis,” katanya.

Baca Juga :  Ini Dia Cara Kampus Jaga Peradaban Bangsa

Edi Sutarto, salah seorang pelanggan setia dari Semarang yang datang bersama keluarga dan rekan kerja sengaja mampir menikmati tengkleng Tegowano Temanggung. Dari Purwokerto melewati Temanggung sengaja dia menyempatkan mampir.

“Saya memang sering makan tengkleng di sini, selain murah juga rasanya beda dari tengkleng yang lain. Begitu disantap, rasa kuahnya gurih, asam, pedas dan asin. Rasanya tidak eneg, tetapi segar, pedasnya pas bikin kangen. Sama sekali tidak prengus,” ungkapnya.

Warung Mak Nok libur setiap hari Minggu dan hari besar. Warung ini juga menerima pesanan untuk acara-acara tertentu. (sol)