Tenun Lurik Klaten Tetap Eksis

201
Tenun lurik asli Cawas Klaten tetap eksis hingga kini. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Empat desa di wilayah Kecamatan Cawas Klaten yakni Tlingsing, Mlese, Baran dan Bawak sepakat merintis keberadaan desa wisata lurik dan pertanian.

Rintisan itu didasari pemikiran untuk memajukan dan mengembangkan desa melalui potensi yang telah dimiliki oleh desa masing-masing.

“Potensi di empat desa itu tenun lurik ATBM (bukan mesin). Tapi ke depannya ada angan-angan untuk mengembangkan sektor pertanian. Sebab mayoritas warga kami berkecimpung di sektor pertanian,” kata Sugeng Wiyono, Kepala Desa Tlingsing, pekan lalu.

Pengembangan sektor pertanian, kata Sugeng, akan diawali penggunaan pupuk organik. Usaha ini tentu ada kendala karena erat kaitannya dengan mengubah prilaku petani yang selama ini sudah familiar dengan pupuk kimia.

“Langkah pertama penggunaan pupuk organik ini  oleh perangkat desa dulu di lahan kas desa masing-masing. Harapannya nanti kalau sudah berhasil akan diikuti oleh petani lainnya,” ungkapnya.

Sedangkan tenun lurik ATBM yang sudah ada  belasan bahkan puluhan tahun lalu kini tetap eksis, walau dihadapkan pada masalah regenerasi perajin.

Di tempat terpisah Camat Cawas Muh Nasir mendukung dan mendorong langkah empat desa di wilayahnya untuk merintis desa wisata.

“Saya dorong agar desa bisa memanfaatkan dan mengembangkan diri melalui potensi yang ada. Seperti membuat show room di desa agar bisa memasarkan produk unggulan masing-masing,” tambah Nasir.

Pemikiran untuk mengangkat potensi yang ada di wilayah Cawas juga dilakukan Pemkab Klaten dengan membangun show room dan taman di komplek terminal Cawas.

Ke depannya seluruh potensi UKM dan pertanian di Cawas baik bisa ditampilkan dan dipasarkan di tempat itu. (sol)