Tepat 2 Tahun 2 Hari Menjabat, Bupati Kebumen Yahya Fuad Ditahan KPK

290
Bupati Kebumen Yahya Fuad memberi ucapan selamat saat melantik pejabat, Jumat (29/09/2017). Setelah 2 tahun 2 hari menjabat, sejak Senin (19/02/2018) dia ditahan KPK. (dok koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Bupati Kebumen Yahya Fuad akhirnya menjalani tahanan, sejak Senin (19/02/2018), usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka,  hari itu juga. Penahanan Yahya Fuad seolah-olah menandai tepat 2 tahun 2 hari menjabat Bupati Kebumen.

Semestinya dia ditahan sejak Kamis (15/02/2018), bersamaan dengan Hojin Ansori, mantan tim suksesnya yang diduga bersama-sama Yahya Fuad memerima uang dari tersangka Khayub, seorang pengusaha di Kebumen sebesar Rp 2,3 miliar.

Pemberian uang itu diduga ada janji memberi proyek pada tahun anggaran 2016, tahun pertama Yahya Fuad menjabat Bupati Kebumen.

Kamis (15/02/2018), Yahya Fuad dipanggil penyidik KPK sebagai  tersangka. Dia tidak memenuhi panggilan dengan alasan sakit. Hari Senin (19/02/2018) Yahya Fuad sudah menjadwalkan melantik dan mengambil sumpah 121 pejabat struktural dan pengawas di lingkungan Pemkab Kebumen.

Karena  memenuhi panggilan  KPK,  pelantikan  itu ditunda  hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Baca Juga :  Sajian Blekutak Goreng Terbanyak Masuk Rekor MURI

Dugaan keterlibatan Yahya Fuad, diperkirakan tidak lepas  dari  keterangan Adi Pandoyo, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kebumen.

Sebagai  justice  collaboator (JC),  tentu Adi Pandoyo tahu banyak apa yang dilakukan Yahya Fuad, atasanya. “Siapa yang memerintah kok membantah,“ ujar seorang PNS di lingkungan Pemkab Kebumen mengutip ungkapan Adi Pandoyo, di LP Kedungpane Semarang.

Adi Pandoyo yang menjalani hukuman setelah divonis 4 tahun potong masa tahanan oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, kabarnya pekan lalu, dikonfrontir dengan Yahya Fuad.

Ini karena keterangan Yahya Fuad berbeda dengan keterangan saksi saksi  dalam perkara yang sama.

Catatan koranbernas. id, Yahya Fuad dan Wakil Bupati KH Yazid  Mahfudz dilantik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pada 17 Februari 2017.

Pasangan yang mengambil slogan pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen 2015, No Upeti No Korupsi  ini, kurang dari  sepekan mengadakan coffe morning dengan wartawan di kantornya.

Baca Juga :  Karpet Mushola Dibakar, Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

Pada acara coffe morning pertama dan terakhir Yahya Fuad menjadi Bupati Kebumen, melontarkan ucapan ingin membersihkan tempat tempat yang kotor, berbarengan mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi.

Usai  coffe morning, Yahya Fuad meninjau Tempat Pembuangan   Akhir (TPA) sampah Kaligending di Desa Kaligending  Kecamatan   Karangsambung Kebumen.

Tahun pertama menjabat, TPA diperluas dan dikembangkan. Diduga, pengembangan TPA senilai Rp 9,8 miliar, baru dianggarkan pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2016, tetapi sudah dikerjakan sebelum ada APBD Perubahan Tahun anggaran 2016. Proyek ini dikerjakan, sebelum ada anggaran.

Pembangunan dan pengembangan  TPA  ini diduga bagian dari  pemberian pekerjaan kepada pengusaha yang telah memberi uang, kepada Hojin dan Yahya Fuad sebesar Rp 2,3 mliar.

Proses pengadaan barang dan jasa proyek ini diduga melanggar ketentuan peraturan pengadaan barang dan jasa pemerintah. (sol)