Terawangan Korupsi Bupati yang Jadi Kenyataan

1334
Wakil Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz dan istri di rumah. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Selang sehari setelah Bupati Kebumen, HM Yahya Fuad menyatakan akan mengundurkan diri sebagai Bupati Kebumen, Selasa (23/01/2018) karena ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), suasana di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen nampak sepi. Mobil dinas yang biasanya berjajar di parkir di halaman kantor pun tidak nampak.

Apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah pun dilaksanakan tanpa ada arahan dari pemimpin apel. Kepala Bagian Hukum Pemkab Kebumen Amin Nurasyid memimpin apel pada pagi ini. Tidak ada amanat dari pemimpin apel pagi di situasi “darurat“ kepemimpinan tersebut.

Dua puluhan wartawan, sebagian besar berasal dari luar Kebumen yang hendak mencari informasi seputar perkembangan dan tanggapan kasus yang mendera Fuad kesulitan mencari narasumber. Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Kebumen Machmud Fauzi sedang tugas di Semarang. Kemungkinan melaporkan rapat dinas Senin (22/01/2018) ke Pemprov Jateng.

Baca Juga :  Sleman Aman, Tapi …..

Beruntung Wakil Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz bersedia menerima wartawan di rumah dinasnya. Tanggapan atas kasus yag mendera pasangannya pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kebumen 2015, terucap dari orang nomor 2 di Kebumen itu.

Tanpa didampingi pejabat Pemkab Kebumen, Yazid menerima wartawan untuk wawancara meski kesehatannya kurang fit. Karena itulah diaa memilih berkantor di rumah dinasnya di Jalan Mayjen Sutoyo Kebumen.

Kepada koranbernas.id, Yazid mengaku sudah lama menerka-nerka akan ada tersangka baru pasca putusan terhadap mantan Sekretaris Daerah Kebumen Adi Pandoyo beberapa waktu yang lalu. Instingnya setelah mendengar kesaksian sejumlah saksi mengatakan akan muncul nama baru yang dibidik KPK.

“Ya hanya meraba raba saja,” papar Yazid.

Diceritakan Yazid, ada pertemuan di rumah Fuad yang berada di Yogyakarta setelah KPU Kebumen mengumumkan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih pada Pilbup Kebumen 2015. Namun dalam pertemuan itu, ia tidak mengetahui dan tidak ikut. Mengutip cerita saksi di persidangan Adi Pandoyo, pertemuan di Yogyakarta sudah membahas pembagian proyek dan fee atau gratifikasi.

Baca Juga :  Pungli Bisa Turunkan Wibawa

“Saya tidak tahu ada pertemuan di Jogja,“ kata Yazid.

Tanpa bermaksud mendahului proses hukum yang akan Fuad, Yasid mengaku dia siap menggantikan tugas Fuad sebagai Bupati. Sesuai dengan perarturan perundangan, jika bupati berhalangan tetap atau berhenti, wakil bupati menggantikan sebagai bupati.

“Siap tidak siap harus siap,“ kata Yazid.

Alumni MAN 1 Kebumen pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jateng dari hasil Pemilu legislatif tahun 2004. Ia harus mengundurkan diri sebagai anggota Fraksi PKB, setelah dipercaya menjadi Ketua DPW PKNU Jateng. Hanya 2 tahun menjadi anggota DPRD Provinsi Jateng, dia berpindah parpol. (yve)