Terbaring Lumpuh, Lastri Semangat Ikuti UN

507
Lastri Lestari siswa SMKN 1 Pundong mengerjakan UNBK hari pertama dalam kondisi sakit dan hanya bisa terbaring, Senin (02/04/2018).(sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID –Lastri Lestari (18 tahun) siswa XII Teknik Audio Video (TAV) SMKN 1 Pundong terlihat tiba di sekolah berbeda dengan teman-temannya saat Ujian Nasional (UN) hari pertama, Senin (02/04/2018). Karena menderita sakit Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) sejak lima bulan silam, Lastri yang tinggal di Dusun Gulon, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Bantul datang ke sekolah menggunakan mobil ambulance milik Puskesmas Pundong.

Dia mengalami kelainan autoimun yang berdampak kepada trombosit atau platelet. Akibatnya tulang Lastri tidak mampu menopang badanya, merasa lemah dan akhirnya hanya sanggup berbaring.

Tentu saja kedatangan Lastri untuk Ujian Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) karena berkebutuhan khusus disambut gembira para guru. Nampak Latri menangis penuh keharuan dan berpelukan dengan gurunya sebelum bersiap melaksanakan ujian.

“Kendati sakit saya tetap semangat. Saya ingin sukses dalam ujian dan bisa membahagiakan orang tua,” kata Lastri.

Sementara Sutiyem mengatakan anak ke empat dari lima bersaudara hasil pernikahanya dengan Sogiman (almarhum) tersebut memang memiliki semangat luar biasa dalam menempuh pendidikan. Kendati mengalami kelumpuhan, Lastri tetap semangat belajar termasuk untuk mempersiapkan ujian.

“Anak saya selalu berusaha untuk mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan pihak sekolah ataupun yang dibawa teman-temanya. Semangatnya memang besar untuk bisa menyelesaikan pendidikanya disini,” jelas Sutiyem yang berulang kali menyeka air matanya dengan ujung kerudungnya sembari menunggui anaknya ujian tersebut.

Sedangkan Pjs SMKN 1 Pundong, Ahmad Fuadi mengatakan jika Lastri mulai mengeluh sakit sejak Desember 2017 silam. Hingga Januari sudah mulai jarang bisa ke sekolah karena sakit yang dideritanya hingga akhirnya lumpuh tidak mampu beraktifitas.

“Dia banyak belajar dirumah. Saat try out dia datang juga ke sekolah, juga dengan ambulance,” ujarnya.

Begitupun saat UN ini, Lastri bersemangat buat ikut serta. Pihak sekolah juga memberikan kompensasi untuk bisa mengerjakan soal di rumah mulai hari ke dua dan selanjutnya.

“Dia memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Memang Lastri ini pandai,” katanya. (yve)