Terdengar Tangisan Saat 23 Rumah Itu Roboh

100
Alat berat dikerahkan untuk merobohkan rumah-rumah warga penolak bandara, Kamis (19/07/2018). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sebanyak 23 unit rumah dan satu gudang yang berada di dalam kawasan IPL NYIA (New Yogyakarta International Airport), Kamis (19/07/2018), dirobohkan dengan alat berat.

Perobohan rumah oleh PT Angkasa Pura I tersebut merupakan kelanjutan kegiatan pengosongan lahan bandara yang kini sedang dikebut pengerjaannya.

Sebelum rumah-rumah itu dirobohkan, para pemiliknya sudah menerima pembayaran ganti untung melalui proses konsinyasi. Rumah-rumah tersebut semula milik warga yang selama ini menolak bandara.

Proses perobohan rumah bukan tidak ada perlawanan dari pemiliknya. Dibantu aparat keamanan terdiri dari TNI, Polri dan Satpol PP beserta segala perlengkapannya, perobohan rumah berjalan cepat.

Terdengar tangisan serta teriakan dari pemilik saat aparat merobohkan rumah. Sebelum dirobohkan, terlebih dulu rumah dikosongkan dari barang-barang maupun penghuni.

Baca Juga :  Mesin Pesawat Mati di Ketinggian 5.000 Kaki

Disiapkan pula puluhan truk dan bus untuk membantu memindahkan barang dan orang ke rumah sewa yang disiapkan oleh PT Angkasa Pura.

Alat berat yang digunakan untuk merobohkan rumah cukup cekatan bekerja. Mulai pukul 09:00 hingga 13:00 ada sebanyak 17 rumah rata tanah.

“Alat berat yang digunakan hingga sore hari berhasil merobohkan 23 unit rumah serta satu gudang,” ujar Sujiastono, Pimpro Pembangunan NYIA.

Communication and Legal Section Head AP I Bandara Adisutjipto, Liza Anindya Rahmadiani, mengatakan pada proses pengosongan ini petugas dibagi empat tim.

Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution mengatakan pihaknya menerjunkan 700 personel gabungan untuk menyelesaikan pengosongan 33 rumah warga di lahan bandara. Rencana pengosongan dan pengamanan dilakukan tiga hari, Kamis (19/7) hingga Sabtu (21/7).

Baca Juga :  Empat Perwira Duduki Jabatan Baru

Dia mengatakan dalam proses pengosongan rumah, AP I dan Pemkab menyediakan armada untuk mengangkut perabot rumah atau hewan ternak ke rumah sewa atau Rusunawa Triharjo dan rumah magersari.

“Warga boleh memilih di rumah sewa, rusunawa, magersari atau rumah pribadi. Kami siap memfasilitasi pengangkutan barang,” katanya. (sol)