Terhadap Penolak Bandara, Hasto Tetap “Main Lembut”

211
ilustrasi NYIA

KORANBERNAS.ID–Masih adanya 30 rumah keluarga penolak bandara yang bertahan tidak mau keluar kawasan bandara. Terhadap mereka, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyatakan akan tetap berusaha persuasif.

Mulai awal tahun 2018 proyek harus berjalan cepat . Namun untuk mengatasi warga yang masih ngotot belum mau pindah menurutnya tidak perlu dilakukan dengan cara gaduh.

Kepada wartawan Senin (01/01/2018) Hasto menyatakan  Pemerintah Kulonprogo berjanji untuk “main lembut” dalam upaya percepatan pembangunan Bandara NYIA.

Ia meminta semua pihak agar menjaga suasana tetap kondusif dan menghindari kegaduhan maupun kericuhan.

“Masih ada warga yang bersikap pokoke. Kita akan persuasi lagi. Ya tentu main lembut dan tidak gaduh. Tapi, pembangunan harus tetap berjalan dan tanpa konflik. Banyak yang bisa dikerjakan tanpa harus konflik,” jelas Hasto.

Hasto mengaku sekarang ini dirinya masih terus intens berkomunikasi dengan warga tersebut.

Menurutnya, roadmap solusi atas permasalahan yang ada dalam proses pembebasan lahan sudah cukup jelas. Di antaranya, terkait warga yang belum mendapatkan kejelasan status alih lahan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) maupun Pengadilan Negeri (PN), pihaknya akan membantu mengejarnya agar cepat terselesaikan.

Hasto juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Staf Kepresidenan yang datang agar ada dorongan dari Presiden kepada Kementerian ATR/BPN maupun Kementerian Keuangan agar kebijakannya bisa sinkron dengan pelaksanaan di tingkat bawah.

Sementara Project Manager Pembangunan NYIA PT AP I, Sujiastono, menyatakan pihaknya akan fokus pada percepatan pembangunan bandara.

“Kalau nggak mau keluar, kami tidak tanggung jawab kalau mereka nggak nyaman karena pekerjaan di lapangan terus berjalan. Warga harus move on ke lokasi baru,” kata Sujiastono.

PT AP I  memikul beban untuk segera menyelesaikan pekerjaan.

“Lambat atau cepat akan kita kosongkan. Kita sentuh pada waktu yang tepat, tunggu hari baik. Warga silahkan segera ambil uang di pengadilan dan itu bisa dipergunakan bangun rumah atau keperluan lain. Pemerintah daerah juga sudah sediakan rumah susun yang bisa dipakai sampai warga punya rumah,” kata Sujiastono.

AP I dalam hal ini menegaskan bahwa tahapan pembangunan NYIA tidak berhenti sedikitpun dan progresnya terus berjalan. Pembangunan konstruksi fisik bandara sudah berjalan dan akan semakin dikebut pada 2018 ini yang dinyatakan sebagai tahun konstruksi NYIA. Pekerjaan di lapangan dilakukan secara paralel.

Pengerjaan airside (sisi udara; runway, taxiway, apron) dilakukan sejalan dengan pengerjaan landside (sisi darat; terminal penumpang, perkantoran, kargo).

“Sekarang kita laksanakan menanam tiang pancang dan pekerjaan lainnya jalan terus,” pungkas Sujiastono. (SM)