Terkendala Aturan Penindakan, Distribusi Gas Melon Banyak Melenceng

150
Para PNS menyerbu elpiji 3 kilogram, walaupun mereka mampu untuk membeli elpiji non subsidi. (Endri Yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Konsumsi elpiji bersubsidi 3 kilogram dinilai belum tepat sasaran. Sebab, selama ini elpiji tabung melon tersebut bisa dikonsumsi siapa saja.

“Untuk kebutuhan elpiji bersubsidi 3 kilogram hingga kini belum diatur. Mekanismenya dengan cara distribusi tertutup maka bisa dikonsumsi semua orang,”kata Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko, ketika ditemui, Selasa (23/01/2018).

Menurutnya, sesuai ketentuan, elpiji 3 kilogram diperuntukkan bagi usaha mikro dengan aset di bawah Rp 100 juta dan masyarakat dengan penghasilan Rp 850 ribu per bulan. Namun fakta di lapangan gas elpiji 3 kilogram juga dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, peternakan bahkan jasa laundry pakaian.

“Waktu operasi pasar, ada yang beli hingga enam tabung, artinya sudah tidak tepat sasaran,”lanjutnya.

Baca Juga :  KPUD : Berkas 3 Paslon Cabup dan Cawabup Lengkap

Sementara itu, Kasat Reskrim Temanggung, AKP Dwi Haryadi  ketika ditemui secara terpisah menjelaskan, bahwa pengguna gas elpiji 3 kilogram diatur dalam peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Namun untuk saat ini, lanjutnya, dalam peraturan tersebut belum ada ketegasan apabila terjadi pelanggaran. Sehingga langkah yang dilakukan jajaran Polres Temanggung sifatnya hanya sebatas pendataan dan melakukan imbauan, khususnya aturan masyarakat yang diizinkan menggunakan gas elpiji 3 kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinperindagkop UKM) Kabupaten Temanggung, Rony Nurhastuti menjelaskan,  masih banyak masyarakat dari keluarga mampu namun  membeli elpiji 3 kilogram. Padahal sesuai aturan, gas melon ini hanya ditujukan bagi keluarga kurang mampu dan usaha mikro.

Baca Juga :  46 Atlet Taekowondo Ikuti POPDA tingkat Karesidenan Kedu

Menurut Rony, jika masyarakat yang tidak berhak mendapat subsidi mau meninggalkan pemakaian gas melon, maka penggunaan gas bersubsidi tersebut akan menjadi efektif dan tepat sasaran.

“Hal tersebut dibuktikan dari banyaknya cadangan gas ukuran 12 kilogram dan 5 kilogram yang tidak dimanfaatkan. Sebaliknya, gas 3 kilogram banyak diburu masyarakat, bahkan oleh pengusaha katering yang sebenarnya bukan target dari gas subsidi itu,”katanya.(SM)