Ternyata, 70 Persen Rumah Relokasi Belum Siap

158
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo meninjau kawasan relokasi untuk warga terdampak pembangunan bandara, Jumat (15/09/2017). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo Jumat (15/09/2017) pagi terjun langsung ke kawasan relokasi di lima desa terdampak. Dari peninjauan tersebut disimpulkan, baru ada 30 persen rumah yang bisa ditempati. Itupun masih belum selesai benar.

Seperti diberitakan sebelumnya, perwakilan warga terdampak bandara yang direlokasi minta agar pengosongan lahan bandara ditunda. Alasannya disamping rumah belum siap ditempati, pindahan rumah pada bulan Sura bagi sebagian besar warga dianggap kurang baik.

“Dari peninjauan di lapangan ini faktanya jelas bahwa belum semua warga dapat mengosongkan rumah lama yang sudah dibebaskan. Kedatangan saya ke lapangan ini juga untuk mendorong warga agar mempercepat proses pembangunannya,” ujar Hasto Wardoyo kepada wartawan di relokasi Glagah dan Palihan.

Menurut Hasto, dengan kondisi yang sekarang, menurutnya tidak ada masalah yang mengganjal dalam proses percepatan pembangunan NYIA.

Dikatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura, bahwa fakta di lapangan memang ada rumah relokasi yang bisa ditempati, tetapi banyak yang belum layak. Bupati, lantas meminta warga mempercepat  pembangunan bagian-bagian yang pokok dari rumah relokasi. Diantaranya pemasangan jaringan listrik, MCK dan bagian atap rumah.

Baca Juga :  Waspadai Benih Simpatisme Terorisme

“Kita komunikasikan dengan PT Angkasa Pura, agar ada toleransi atau solusi bagi warga yang memang belum siap sama sekali. Prinsip saya pembangunan bandara dipercepat tetapi tidak membuat sengsara rakyat,” tegasnya.

Pemda sudah berusaha ikut mendukung percepatan pembangunan. Namun ada masalah yang menjadi kendala.

“Harapan saya 22 September semua sudah ada atapnya. Agar yang lain juga bisa menjadi cepat dan bisa aman untuk berteduh,” ujarnya

Disamping mendorong warga Hasto yang didampingi Sekda Hastungkoro, Kepala DPU Sukaca dan beberapa pejabat lainnya meyakinkan pembangunan apa saja yang akan dikerjakan oleh Pemda guna mendukung kawasan relokasi.

“Untuk talud dari Pemda. Kemudian untuk perkerasan jalan masuk dengan dana ganti rugi yang ada di desa,” tuturnya.

Baca Juga :  UIN Suka Diskriminatif !

Kades Glagah membenarkan, pihaknya siap melakukan perkerasan jalan masuk dengan dana yang ada di desa. Desa menerima ganti rugi dari PT Angkasa Pura dari fasilitas umum seperti jalan desa dan lainnya.

Kondisi lapangan pembangunan rumah relokasi memang nampak tengah dikebut. Dari pengamatan, pembangunan rumah relokasi yang paling banyak belum selesai adalah di wilayah utara pedukuhan Kepek. Hal ini dikarenakan proses pengurugan lahan juga paling akhir.

Sementara di Palihan dan tiga desa lainnya, kondisinya juga sama. Belum siap seratus persen.

Meski demikian Bupati minta agar pekan depan sudah ada warga yang mulai memasukkan perabotnya ke rumah relokasi. (Sri Widodo/SM)