Ternyata Penetrasi Asuransi Masih 11 Persen

461
Siau Lie Agency Director Shining Star, Agus Swijono, Sutikno Sjarif, Budi Darmawan, Banie Zulvanshah Head of Agency Distribution Zurich Topas Life dalam acara peresmian kantor keagenan SAFE Nusantara Agency di Yogyakarta (14/02/2018). (Istimewa)

KORANBERNAS.ID—Penetrasi industri asuransi di Indonesia, hingga saat ini ternyata baru 11 persen. Angka ini jauh dibawah Singapura 80 persen, Jepang yang sudah lebih dari 100 persen, dan juga negara-negara maju lainnya.

Namun, menurut Chief Strategy and Operating Officer Zurich Topas Life Sutikno Sjarif, minat masyarakat untuk berasuransi belakangan terus meningkat. Ini terutama didorong oleh semakin meningkatnya kesadaran masyarakat pentingnya berasuransi, membaiknya perekonomian dan juga semakin dekatnya produk-produk asuransi sesuai kebutuhan nasabah.

“Seperti Zurich Pro-Care, produk kami untuk asuransi jiwa inovatif dengan manfaat medical check-up berkala sampai dengan Rp 50 juta, hadir sebagai produk unggulan Zurich untuk pasar Yogyakarta dan Jawa Tengah,” kata Sutikno, disela-sela pembukaan kantor keagenan keduanya di DIY, Rabu (14/02/2018). Kantor baru ini, berlokasi di daerah Trihanggo, Sleman, Yogyakarta.

Dikatakan, berdasarkan data penjualan Zurich Topas Life, penetrasi asuransi di Jawa Tengah memperlihatkan pertumbuhan yang baik dan berkelanjutan. Pada tahun 2017, DIY dan Jawa Tengah memberikan kontribusi sekitar 15 persen terhadap total premi Zurich secara nasional.

Baca Juga :  Gelar Gathering, Clipan Finance Beri Penghargaan

“Data ini memperlihatkan bahwa Jawa Tengah merupakan pasar yang menjanjikan. Potensinya sendiri masih sangat besar untuk dimaksimalkan. Kebutuhan asuransi yang meningkat didukung kesadaran berasuransi masyarakat Yogyakarta yang semakin tinggi menjadi faktor yang penting dalam mendukung tren tersebut,” kata Chief Agency Officer Zurich Topas Life Budi Darmawan menimpali.

Tingkat kesadaran masyarakat untuk berasuransi pada dasarnya semakin tinggi, namun masih banyak masyarakat yang enggan membeli produk asuransi. Hal ini tercermin dari riset yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan bahwa pendapatan premi asuransi meningkat, angka penetrasi masih berada di 2,99 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Riset OJK pada 2016 juga menunjukkan penggunaan asuransi di Indonesia baru mencapai 11,81 persen, yang artinya dari 100 penduduk di Indonesia baru 11 orang yang memiliki polis asuransi.

“Ekspansi bisnis kami di Jawa Tengah, khususnya Yogyakarta juga merupakan upaya Zurich untuk mendukung pemerintah dalam memperluas jangkauan edukasi asuransi. Terutama lewat kapabilitas dan pengetahuan agen yang mumpuni. Harapannya, lebih banyak lagi masyarakat yang terdorong untuk menggunakan asuransi,” tambah Budi.

Baca Juga :  Makan Malam di Phoenix Hotel, Berpeluang Mendapatkan 2 Tiket ke Paris 

Agus Swijono, Principal Kantor Agen Zurich Topas Life Yogyakarta menambahkan, bisnis asuransi jiwa Zurich memiliki lebih dari empat ribu agen aktif di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta sendiri saat ini jumlah agen Zurich mencapai lebih dari 300 orang.

“Pendirian kantor keagenan baru ini akan memperkuat dan memperluas jangkauan kami dalam memperkenalkan asuransi ke masyarakat lebih luas,” jelas Agus.

Dari segi target pasar, Zurich fokus pada segmentasi mass market, terutama milenial yang saat ini mendominasi lebih dari 50 persen dari total keseluruhan nasabah Zurich. Di kalangan ini, produk asuransi kesehatan masih menjadi salah satu produk yang paling tinggi peminatnya. Untuk itu, asuransi kesehatan masih menjadi salah satu jenis produk unggulan Zurich dalam memperluas pasarnya di Jawa Tengah, khususnya Yogyakarta.(SM)